Equityworld Futures Surabaya – emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (15/12/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Penurunan ini seiring dengan penguatan dollar AS menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari ditutup turun 1,8 dollar AS, atau 0,17 persen, pada 1.061,60 dollar AS per ounce.

Para investor sedang menunggu hasil pertemuan dua hari Federal Reserve pada Rabu waktu setempat. Mereka yakin bahwa kenaikan bunga akan terjadi, sehingga menempatkan emas di bawah tekanan.

Indeks dollar AS, naik 0,70 persen menjadi 98,27 pada pukul 18.15 GMT.

emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah.  Jika dollar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dollar menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam mulia berada di bawah tekanan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis pada Selasa oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi harga konsumen untuk November sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Sementara itu, angka inflasi inti juga meningkat sebesar 0,1 basis poin menjadi dua persen yang mencapai target inflasi The Fed, lebih lanjut memperkuat perkiraan untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember, Rabu ini.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Sementara perak untuk pengiriman Maret naik 7,5 sen, atau 0,55 persen, menjadi 13,77 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 5,6 dollar AS, atau 0,66 persen, menjadi 855,80 dollar AS per ounce.