Equityworld Futures Surabaya – Direktur Utama sekaligus pendiri Freeport McMoran Inc, James Moffett, akan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini dilaporkan karena tekanan dari pemilik saham baru Carl Icahn di saat harga saham Freeport merosot tajam.

Dilansir Reuters, Selasa 29 Desember 2015, Freeport telah secara resmi mengumumkan pengunduran diri pria berusia 77 tahun itu dari jajaran dewan direksi.

Pengunduran diri ini dilakukan beberapa bulan setelah miliarder Carl Icahn membeli 8,8 persen saham salah satu perusahaan pertambangan terbesar dunia itu. Pengunduran diri ini juga dipicu oleh goncangan harga komoditas yang rendah hingga mengakibatkan saham Freeport terus anjlok.
Saham Freeport anjlok lebih dari sembilan persen menjadi US$6,86 pada Senin 28 Desember 2015. Perusahaan juga melaporkan kerugian US$3,8 miliar pada kuartal ketiga.
Freeport mengumumkan bahwa Moffett, yang dikenal dengan nama Jim Bob, akan menjadi konsultan bagi dewan direksi dan penasihat kegiatan operasi di Indonesia. Moffett telah memainkan peran utama dalam pengembangan tambang emas dan tembaga Grasberg di Papua.
“Sejak Moffett menjadi direktur utama, harga saham sudah mencapai rekor tertinggi US$60, turun menjadi US$7,” kata analis Tigress Financial Partners, Ivan Feinseth.
Moffett sudah menjabat sebagai direktur utama Freeport sejak 1984, dan salah seorang pendiri McMoran Oil and Gas Co pada 1969, dan memimpin akuisisi dengan Freeport Minerals Co di 1981. Moffett akan resmi mengundurkan diri pada Kamis 31 Desember 2015 dan digantikan oleh Direktur Independen, Gerald J Ford.
Icahn, yang memiliki 8,8 persen saham Freeport pada 22 September lalu, mengkritik besarnya pengeluaran Freeport, struktur modal, dan nilai kompensasi para direksinya. Dia telah menambah  dua direktur baru di jajaran direksi.
Pada bulan Agustus lalu, Freeport mengumumkan rencana efisiensi besar-besaran yang mencakup pemotongan belanja, produksi dan sekitar 10 persen dari tenaga kerjanya.
Moffett terkait dalam skandal Papa Minta Saham. Dia disebut-sebut pernah bertemu dengan Menteri Koordinator Hukum dan HAM Luhut Panjaitan di Amerika Serikat untuk membicarakan kelanjutan operasi Freeport di Indonesia.
Moffett juga terkenal di Tanah Air karena polemik surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, yang menyatakan bahwa pemerintah sudah menyetujui perpanjangan kontrak Freeport. Surat tersebut ditujukan Sudirman kepadanya.
Belakangan dia juga santer dikabarkan pernah bertemu salah seorang anggota keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun belum jelas apa maksud dan tujuan pertemuan itu.