equityworld futures surabayaIndonesia sebentar lagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang wacananya dimulai pada akhir tahun ini, atau awal 2016.

Dengan demikian, para wirausaha Indonesia, khususnya usaha kecil menengah (UKM) perlu disiapkan dari segi kualitas produk dan managemen usaha.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Parman Nataatmadja, mengatakan pihaknya melakukan pendidikan untuk para nasabahnya kepada UKM secara gratis, berupa pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
“Kami dukung nasabah, bagaimana mereka hadapi MEA ini, dengan mendidik secara gratis untuk meningkatkan kualitas produknya,” ujar Parman di Kantor BNI Jakarta, Senin 12 Oktober 2015.
Parman menjelaskan, pendidikan kepada para wirausaha kecil menengah yang menjadi nasabahnya sangat diperlukan untuk mendukung kemajuan usaha mereka. Sebab, selama ini, mereka banyak yang tidak didukung dari faktor pendidikan.
“Sebagian siap, tetapi harus kami training lagi. Banyak nasabah yang SD saja tidak lulus, SMP tidak lulus, dan belum tamatan SMA,” tuturnya.
Parman optimistis, UKM Indonesia mampu bersaing dengan wirausaha negara lain di ASEAN, lantaran 40 persen pangsa pasar ASEAN berada di Indonesia.
Bahkan, tambah Parman, pihaknya mengirim nasabahnya ke negara tetangga, seperti Thailand untuk dapat membandingkan, sekaligus mempelajari bagaimana usaha kecil di sana.
“Kami ada pendidikan satu hari, ada berdasarkan klusterisasi enam bulan sampai satu tahun. Untuk MEA, kami optimistis 40 persen pangsa pasar MEA ada di Indonesia. Kami sampai kirim ke Thailand untuk melihat bagaimana UKM di Thailand,” ujarnya. (asp)
sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/685976-hadapi-mea–pnm-beri-pelatihan-gratis-ke-ukm