Equityworld Futures : Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diperkirakan akan bergerak positif, seiring fokus pelaku pasar pada upacara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Analis BNI Securities, Dessy Lapagu, mengatakan formasi kabinet juga akan menjadi perhatian berikutnya, demi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Indeks hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 4.975-5.050 dengan potensi menguat. Saham pilihan hari ini BBNI, ASII, INTP, ASRI, LSIP, PTPP,” ujar Dessy, Senin 20 Oktober 2014.

Dia menuturkan, pada Jumat akhir pekan lalu, IHSG menguat 1,6 persen ke level 5.028 dengan total penjualan investor asing mencapai Rp691 miliar.

Penguatan IHSG dipimpin oleh saham sektor properti sebesar 3,1 persen dan saham sektor aneka industri 2,6 persen.

Perdagangan bursa Amerika Serikat pada pekan lalu ditutup positif, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,63 persen ke level 16.380, indeks Nasdaq menguat 0,97 persen ke level 4.258 dan indeks S&P 500 bertambah 1,29 persen di level 1.886.

Penguatan tersebut didukung laporan laba emiten yang melebihi ekspektasi, seperti General Electric dan Morgan Stanley.

Harapan para pelaku pasar masih positif terhadap penguatan perekonomian, terutama rencana stimulus Bank Sentral. Pernyataan Janet Yellen yang prihatin terhadap ketimpangan pendapatan di Amerika Serikat memperkuat ekspektasi bahwa The Feds akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tetap rendah, untuk beberapa waktu ke depan.

Pada kawasan Eropa indeks juga positif, FTSE London naik 1,85 persen, DAX Frankfurt menguat 3,12 persen, CAC Paris bertambah 2,92 persen, didukung oleh penguatan saham otomotif & keuangan.

Chief Economist Bank of England mengatakan, bahwa Bank Sentral perlu mempertahankan suku bunga yang rendah lebih lama lagi, demi menjaga kemungkinan adanya stagnansi ekonomi.

Sementara di bursa Asia, indeks bergerak fluktuatif. Indeks Nikkei melemah 1,4 persen, indeks Hang Seng menguat 0,53 persen dan Shanghai Index turun 0,65 persen.

Dia menambahkan, investor masih fokus pada perkembangan di Tiongkok, seiring rencana Bank Sentral China yang akan kembali menyuntikkan dana 200 miliar yuan ke sektor perbankan. Sementara, aksi protes di Hong Kong masih menjadi kekhawatiran utama. (ita)

© VIVA.co.id