Equityworld Futures : Perdagangan minyak Asia terlihat flat pada Rabu (17/6) pagi. Pasca data industri AS menunjukkan persediaan yang menurun di minggu lalu.
Di New York Mercantile Exchange, minyak WTI untuk pengiriman Agustus flat 0,01% ke level $60.45 barel. Sementara di Intercontinental Exchange (ICE), minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 0.24 sen atau 0.37% menjadi $63.71 per barel.

Tadi malam, minyak berjangka bergerak beragam di tengah dolar yang lebih kuat dan masalah-masalah yang berkaitan dengan badai tropis.

Dari data American Petroleum Institute melaporkan persediaan bensin dan minyak jatuh 2,9 juta barel di minggu lalu. Stok jatuh pada saat ini disebabkan karena kenaikan kapasitas kilang di musim panas terlihat sangt padat. Pekan lalu saja, US kilang melonjak 94.6% dari total kapasitas, tingkat tertinggi dalam mingguan.

Selain itu, pada hari Jumat lalu, layanan perusahaan Baker Hughes mengatakan minyak rig AS jatuh untuk 635, dalam laporan bulanan, Departemen Perdagangan AS mengatakan jumlah membangun izin untuk konstruksi rumah melonjak hampir 12% menjadi delapan tahun tinggi ke level 1,28 juta unit.

Investor saat ini menunggu komentar dari Janet Yellen di meeting minutes FOMC dini hari nanti, meskipun Fed tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga Juni, namun besar pula kemungkinan Fed bisa menaikkan suku bunganya di bulan September.