Equityworld Futures : Perdagangan bursa komoditas logam di hari Jumat(13/2), harga emas dan perak terpantau alami kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi, dimana perpanjang kenaikan setelah ditutup menguat di sesi sebelumnya.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengirman April telah diperdagangkan lebih tinggi 0.26% di level $1.223.90 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Pergerakan harga emas pagi ini terlihat bergerak dengan menyentuh level $1.221.20 untuk sesi terendah harian dan level $1.224.00 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak pengiriman Maret pada pagi hari ini terlihat alami kenaikan, dengan diperdagangkan lebih tinggi 0.49% di level $16.877 per troy ounce yang mana terpantau bergerak menyentuh level $16.828 untuk sesi terendah harian dan level $16.883 untuk sesi tertinggi harian.

Penguatan bagi harga logam pada pagi ini terlihat melanjutkan kenaikan di sesi sebelumnya, ketika terjadinya pelemahan pertumbuhan ekonomi di wilayah Amerika yang mengantarkan dollar AS alami pelemahan dan justru menguntungkan bagi harga emas dan perak ditutup menguat, mengingat pergerakan harga logam cenderung berlawanan terhadap greenback.

Di sesi sebelumnya, harga emas pengiriman April telah berhasil ditutup lebih tinggi $1.10, atau 0.1% dengan berada pada level $1.220.70 per troy ounce, dan untuk perak berjangka pengiriman Maret juga ditutup menguat 3.3 sen, atau 0.2% di level $16.794 per troy ounce.

Pelemahan kondisi ekonomi AS tersebut telah terjadi ketika sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus menyatakan bahwa penjualan ritel telah alami penurunan sebesar 0.8% di bulan Januari, sedangkan untuk penjualan ritel inti telah alami penurunan sebesar 0.9% di bulan Januari.

Sementara itu, laporan terpisah lainnya yang juga menekan greenback alami pelemahan telah muncul dari sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menyatakan bahwa angka klaim pengangguran di wilayah Amerika telah meningkat sebanyak 25.000, yang disesuaikan secara musiman menjadi 304.000 pada pekan yang berakhir 7 Februari.