Equityworld Futures Surabaya – Meskipun sempat beberapa kali mengalami penguatan, akan tetapi secara umum nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap mata uang dollar AS.

Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter pun mengikuti perkembangan nilai tukar mata uang Garuda.

“Nilai tukar rupiah menguat setelah mengalami tekanan depresiasi pada kuartal III 2015. Pada kuartal III-2015, rupiah secara rata-rata melemah sebesar 5,35 persen per kuartal ke level Rp 13.873 per dollar AS,” kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Selasa (17/11/2015).

Agus menerangkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor tersebut antara lain adalah kekhawatiran terhadap normalisasi kebijakan bank sentral AS atau The Fed dan devaluasi mata uang Yuan.

Meskipun demikian, nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada bulan Oktober 2015 lalu karena sentimen positif terhadap emerging market.

Penguatan rupiah, kata Agus, juga dipengaruhi membaiknya optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia sejalan rangkaian paket kebijakan pemerintah dan paket stabilisasi nilai tukar yang dikeluarkan oleh bank sentral.

Rupiah secara rata-rata menguat 4,47 persen month to month (mtm) ke level Rp 13.783 per dollar AS. Agus pun menyatakan komitmen bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Ke depan, kata dia, bank sentral akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

“Bank Indonesia secara umum tetap akan menjalankan pengelolaan kebijakan moneter secara prudent dan konsisten. Kita melihat pelaksanaan kebijakan moneter yang prudent dan konsisten akan terus menjaga stabilitas nilai tukar,” tutur Agus.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/11/18/060700926/Sepanjang.Kuartal.III-2015.Rupiah.Merosot.5.35.Persen?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp