Equityworld Futures : Emiten produsen semen, PT Semen Indonesia Tbk mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2014 meningkat sekitar 3,64% menjadi Rp 5,565 triliun dari 2013 sebesar Rp 5,370 triliun.  Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014 dan 2013 telah disusun dan disajikan berdasarkan standar akuntansi keuangan di Indonesia.  Demikian disampaikan  Direktur Utama Semen Indonesia Tbk Suparni dalam pernyataannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI),  di Jakarta, Senin (2/3).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kenaikan laba seiring dengan pendapatan perseroan pada 2014 yang meningkat sebesar 10,14% menjadi Rp 26,987 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2013 sebesar Rp 24,501 triliun. Pendapatan perseroan terdiri dari dalam negeri sebesar Rp 25,610 triliun, dan luar negeri Rp 1,376 triliun.  Beban pokok pendapatan Semen Indonesia Tbk meningkat sebesar 13,50% menjadi Rp 15,388 triliun pada 2014, sementara pada 2013 lalu sebesar Rp 13,557 triliun.

Sedangkan   aset perseroan juga meningkat menjadi Rp 34,314 triliun pada 2014, meningkat sekitar 11,43% dibandingkan posisi aset tahun sebelumnya sebesar Rp 30,792 triliun. Tercatat, aset perseroan di Jawa sebesar Rp 16,956 triliun, luar Jawa senilai Rp 14,125 triliun, dan luar negeri Rp  3,085 triliun.

Menurut Suparmi,  perseroan  menargetkan volume penjualan tahun 2015 meningkat sekitar 6-7% menyusul kebijakan pemerintah yang menurunkan harga semen kantong yang diproduksi BUMN sebesar Rp 3.000 per zak.  Diharapkan penurunan harga semen bisa meningkatkan permintaan di tengah komitmen pemerintah yang akan menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air.  Dengan diturunkannya harga jual semen tidak menyusutkan permintaan konsumsi saat musim hujan yang biasanya cenderung melambat. Dengan demikian, situasi itu tidak mempengaruhi kinerja neraca keuangan perseroan pada tahun 2015 ini.