Equityworld Futures : Performa Emas dan Perak pada sesi Asia hari ini nampak stagnan. Reaksi para partisipan pasar komoditi unggulan, terutama  untuk item logam mulia, tidak terlalu banyak terpengaruh oleh komentar Presiden Federal Reserve, Jannet Yellen yang lagi-lagi membiarkan pasar menafsirkan kapan kiranya suku  bunga AS akan dinaikkan untuk tahun ini

Begitu pula reli yang sempat dibangun Emas dan Perak pada dua hari awal pekan ini, yaitu Senin dan Selasa, pada hari Rabu kemarin mengalami penyempitan rentang transaksi, meski publikasi data tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis oleh ADP berlabel “mengecewakan”

Automatic Processing Inc pada hari Rabu kemarin melaporkan bahwa data bulanan untuk private payrolls secara nasional,  naik sebesar 169.000 untuk bulan April. Konsensus para analis memberi kenaikan sebesar 199.000. Pada bulan sebelumnya, ADP non-farm employment change bertambah sebanyak 175.000

Fed nampaknya masih menunggu data vital hari Jumat esok yaitu US non farm payroll , yang akan menjadi titik picu bagi pendekatan dan momentum keputusan kenaikan suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam decade terakhir

Akselarasi signifikan di sector pasar tenaga kerja AS akan meyakinkan para otoritas moneter Fed untuk mendorong kenaikan suku bunga pada bulan Juni.

Namun, jika data pasar tenaga kerja berkualifikasi biasa saja akan mempengaruhi Fed untuk menunda peningkatan suku bunga pada bulan September atau bahkan kemungkinan pada bulan Desember

Di sisi lain, minyak mentah terdeteksi meneruskan fase koreksi pada sesi transakasi Asia hari ini, setelah pada Rabu malam kemarin, sukses melejit dan menggapai level puncak  lima bulan yaitu, 62.56, sebelum akhirnya para investor mengunci laba pada saat pasar masih mengalami oversupplied. Saat ini minyak mentah bergerak di kisaran 60.34-60.40

Untuk stok data minyak mentah AS pada akhir pekan kemarin , secara tak terduga menurun sebanyak 3.9 juta barrel. Di bawah ekspektasi naik 1.5 juta barrel. Penurunan stok mingguan tersebut merupakan pertama kali untuk tahun ini, sehingga mereduksi konsern bahwa stok minyak mentah di Cushing Oil Hub-Oklahoma akan mencapai kapasitas daya tampung pada awal musim panas
Saat ini, stok minyak mentah AS sebanyak 487 juta barrel, di bawah rekor pekan lalu, yaitu 490.9 juta barrel, yang merupakan level tertinggi dalam rentang 80 tahun

Pada jam 19.30 WIB malam ini, para investor dan trader Emas – Perak akan terfokus atensinya pada rilisan data USD Unemployment Claims dengan estimasi  naik menjadi  277.000 dari sebelumnya 262.000

Jika selaras dengan perkiraan, apalagi jika melonjak lebih tinggi, maka Emas dan Perak berpotensi untuk menata grafik naik lagi, karena optimisme pasar atas kemungkinan Fed mendongrak suku bunga pada bulan Juni akan kembali menyusut .

Sebaliknya, jika daftar isian aplikasi tunjangan sosial tuna karya AS tersebut secara mengejutkan menurun di bawah bulan sebelumnya, maka Emas dan Perak rentan untuk kembali berada dalam tekanan jual, pada saat dollar berbalik menekan rival karensi utama lainnya.