Equityworld Futures : Kendati diwarnai oleh pelebaran rentang transaksi dibandingkan pada hari Rabu lalu, namun kemarin Emas berakhir dengan jejak candle berpola bearish moderat, di tengah publikasi seranai indicator ekonomi dari Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok.

Tekanan jual yang dialami Emas kemarin mencuat setelah rilisan data klaim tunjangan sosial tuna karya Amerika Serikat untuk akhir pekan 16 Mei, tercatat naik sebanyak  10.000 menjadi 274.00, setelah dalam rentang tiga pekan sebelumnya, US unemployment claims berjumlah 260.00. Namun, untuk jumlah rerata dalam rentang empat pekan, menurun sebanyak 5.500 menjadi 266.250. Bergerak menurun dalam empat pekan bersinambung.

Sebagai perbandingan, jumlah rerata dalam empat pekan, naik di atas 285.000 pada medio April. Tetapi secara berkelanjutan, jumlah klaim tunjangan sosial pengangguran di AS menurun sebanyak 12.000 menjadi 2.21 juta untuk akhir pekan 9 Mei. Mendekati level terendah dalam 15 tahun.

Namun, tekanan jual yang mendera Emas tidak berlanjut secara dramatis. Para trader dan investor nampaknya memilih untuk bersikap mengamati perkembangan indicator ekonomi Amerika lebih lanjut, setelah pada risalah FOMC Minutes yang dirilis Rabu dini hari, Fed mengisyaratkan penundaan kenaikan suku bunga.

Penegasan ulang Fed perihal penerapan pendekatan “data-pemicu” sebagai dasar konfidensi dalam menatap perkembangan ekonomi, nampaknya dijadikan alasan oleh para partisipan pasar komoditi, khususnya Emas dan Perak untuk tidak terlalu aggressive melepas keduanya, sembari menanti data vital lebih lanjut

Sementara di sisi lain, minyak mentah terus melonjak pada sesi transaksi hari Kamis kemarin di tengah menurunnya kekhawatiran atas kelebihan pasokan.Pada  New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Juli naik $2 per barrel, sekaligus merupakan raihan terbesar dalam satu hari sesi transaksi dalam lebih dua pekan terakhir dan sempat menggapai harga $60.92 per barrel.

Sinyal positif dari perkembangan perusahan-perusahaan energy, berjalin-berkelindan dengan penyusutan stok minyak mentah AS dalam tiga pekan bersinambung di tengah meningkatnya permintaan BBM menjelang vakansi musim panas, juga menjadi faktor penopang geliat harga minyak mentah

Para investor dan trader minyak mentah dunia saat ini akan tertuju atensinya pada data mingguan dari  perusahaan jasa  Baker Hughes  yang akan mengumumkan jumlah pengeboran minyak di AS, sebagai indikasi lebih lanjut untuk menakar level pasokan minyak secara nasional. Pekan kemarin,  jumlah pengeboran minyak mentah di Amerika Serikat, menurun menjadi 660 dan merupakan penurunan dalam 23 pekan bersinambung .

Sementara pada jam 19.30 WIB malam nanti,  para trader dan investor Emas dan Perak akan menyimak dengan jeli publikasi data  USD  Consumer Price Index sebagai indikasi sikap Fed ke depan. USD CPI  diperkirakan naik tipis 0.1% dari sebelumnya 0.2%. Sementara untuk Core CPI, estimasi naik 0.2% sama persis dengan sebelumnya. Target jangka panjang CPI dari Fed adalah 2%.

Jika data USD CPI berkualifikasi “sangat mengecewakan”, maka Emas dan Perak akan berpeluang mengakhiri pekan ini dengan grafik menanjak. Pabila sebaliknya, maka Emas dan Perak akan kian meredup dan menutup sesi transaksi pekan ini dengan grafik melandai