Equityworld Futures : Pada perdagangan Senin (19/1) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi hingga siang, bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp 12.603 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.590 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan naik tipis 3 poin. Investor domestik menahan IHSG dengan aksi beli di saham unggulan. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,780 poin (0,07%) ke level 5.152,159.

Penurunan harga BBM itu diperkirakan membuat laju inflasi menurun sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah. Namun ekspektasi penurunan inflasi itu sejauh ini hanya mampu mengangkat performa di pasar surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun.  Tekanan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bertahan.  Potensi penguatan mata uang rupiah masih ada, namun tetap perlu mewaspadai setiap sentimen negatif yang muncul.  Pasca rilis penurunan harga bahan bakar minyak subsidi hingga harga semen masih berpotensi untuk mendukung rupiah untuk berbalik positif.

Nantinya imbas penurunan tersebut akan dapat membuat harga-harga sejumlah bahan pokok menurun sehingga inflasi dapat dikendalikan.  Di sisi lain,  Bank Indonesia (BI)  yang mempertahankan tingkat suku bunga acauan (BI rate) di level 7,75% masih akan direspon positif seiring tidak terlalu reaktifnya BI menanggapi sentimen yang ada.

Dari bursa saham,  Indeks  sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Sejumlah saham lapis dua yang terkena aksi jual investor asing. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan agrikultur.  Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (19/1), IHSG ditutup menguat tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 0,921 poin (0,10%) ke level 887,264.

Tercatat transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 705,79 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.222 kali dengan volume 6,355 miliar lembar saham senilai Rp 5,805 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 141 turun, dan 95 saham stagnan.

Di sisi lain, pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.  Bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.

Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 150,13 poin (0,89%) ke level 17.014,29, Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 260,14 poin (7,70%) ke level 3.116,35, dan  Indeks Straits Times menguat 5,26 poin (0,16%) ke level 3.305,94.