Equityworld Futures :

Pada perdagangan Rabu (20/5) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada bergerak melemah tujuh poin menjadi Rp 13.159 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.152 per dolar AS.  Kurs rupiah kembali melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS menjelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Pasar akan mencermati indikasi kenaikan suku bunga acuan AS (Fed fund rate).  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 23 poin disokong  aksi beli investor domestik. Hanya selisih  8 poin lagi IHSG bisa tembus 5.300.

Pelaku pasar cenderung menahan transaksinya sehingga membuat volume perdagangan di pasar uang dalam negeri cenderung menurun.  Minimnya sentimen positif serta aksi ’wait and see’ investor pasar uang terhadap kebijakan the Fed membuat pelaku pasar mengambil posisi aman dengan mengakumulasi aset ’safe haven’.  Diharapkan Bank Indonesia (BI)  dapat menjaga fluktuasi mata uang rupiah agar tidak terlalu lebar, karena dapat membuat pelaku usaha khawatir.  Dolar AS mengalami penguatan terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah seiring dengan kembali melemahnya harga minyak mentah dunia.

Meski  demikian, bank sentral Eropa (ECB) yang akan kembali memberikan stimulus perbaikan ekonomi di kawasan Eropa diharapkan dapat berimbas positif pada mata uang euro yang pada akhirnya diharapkan dapat menopang mata uang rupiah.  Selain itu, keluarnya sebagian dana infrastruktur diharapkan dapat mengangkat optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian domestik sehingga instrumen investasi di dalam negeri kembali diminati investor.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG maju 24,809 poin (0,47%) ke level 5.294,180 didorong aksi beli di saham-saham unggulan.  Seluruh indeks sektoral kompak menguat, dipimpin sektor aneka industri yang naik paling tinggi. Investor domestik juga tak mau ketinggalan berburu saham.  Pada akhir perdagangan, Rabu (20/5), IHSG menguat 23,378 poin (0,44%) ke level 5.292,749. Sementara Indeks unggulan LQ45 bertambah 6,631 poin (0,72%) ke level 922,332. Indeks berhasil menghindari zona merah sepanjang perdagangan. Tapi sayangnya investor asing kembali melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 100,068 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 259.023 kali dengan volume 5,779 miliar lembar saham senilai Rp 6,192 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 146 turun, dan 95 saham stagnan.  Membaiknya ekonomi Jepang di kuartal I-2015 mendorong pasar sahamnya ke titik tertinggi dalam 15 tahun. Bursa lain yang berhasil ditutup positif adalah pasar saham China dan Indonesia.

Adapun situasi dan kondisi bursa regional sore kemarin, antara lain:  Indeks Nikkei 225 menguat 170,18 poin (0,85%) ke level 20.196,56, Indeks Hang Seng turun 108,49 poin (0,39%) ke level 27.585,05, Indeks Komposit Shanghai naik 28,74 poin (0,65%) ke level 4.446,29, dan  Indeks Straits Times bertambah 10,62 poin (0,31%) ke level 3.443,42.