Equityworld Futures : Pada perdagangan Selasa (17/2) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 52 poin menjadi Rp 12.695 dibandingkan dengan sebelumnya di posisi Rp 12.747 per dolar AS.  Kurs rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS menyusul ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI rate) sesuai ekspektasi.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang terbatas  hari ini. Pemodal  menanti pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia (BI) yang belum juga disampaikan hingga penutupan perdagangan.  Pada akhir perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 1,064 poin (0,02%) ke level 5.326,559. Aksi ambil untung menghambat penguatan Indeks.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia  memutuskan untuk menurunkan BI rate sebesar 25 basis poin dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen dengan suku bunga lending facility tetap pada level 8 persen dan suku bunga deposit facility turun 25 basis poin menjadi 5,5 persen.  Diturunkannya BI rate itu dapat mendorong konsumsi di dalam negeri meningkat yang pada gilirannya akan membantu untuk mendorong perekonomian Indonesia sesuai target pemerintah yang sebesar 5,7 persen pada tahun 2015 ini.  Meski BI rate turun, imbal hasil investasi yang ditawarkan Indonesia masih cukup kompetitif bila dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan ASEAN. Apalagi, fundamental ekonomi Indonesia pada tahun ini ekspektasinya cukup bagus, situasi itu yang akan membuat investor masih bertahan di Indonesia.

Mungkin dalam jangka pendek akan ada penyesuaian dari investor asing, tetapi itu hanya bersifat jangka pendek.  Secara terpisah, Gubernur BI Agus Martowardojo dalam jumpa pers mengatakan bahwa keputusan BI rate itu didasarkan pada keyakinan inflasi akan tetap terkendali dan rendah pada tahun 2015 ini berada di kisaran bawah 4 persen plus minus satu persen.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (17/2) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.757 dibandingkan hari sebelumnya, Senin (16/2) di posisi Rp 12.742 per dolar AS.

Bursa domestik  masih bertahan di teritori positif meski dengan poin yang tipis. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi ambil untung.   Menutup  perdagangan, Selasa (17/2), IHSG ditutup naik 12,006 poin (0,23%) ke level 5.337,501. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,877 poin (0,31%) ke level 929,681.  Tercatat aksi beli malah ramai menjelang penutupan perdagangan. Indeks berhasil keluar dari zona merah hanya beberapa menit sebelum penutupan perdagangan.  Bank sentral belum juga menyampaikan pengumuman BI Rate sampai sore ini. Pelaku pasar asing ramai berburu saham jelang penutupan.

Sementara itu, transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 375.835 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 174.835 kali dengan volume 5,247 miliar lembar saham senilai Rp 4,686 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 142 turun, dan 111 saham stagnan.

Sedangkan bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed. Pelaku pasar masih menanti perkembangan utang Yunani yang kemarin sempat menolak tawaran bailout dari Uni Eropa.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 menipis 17,68 poin (0,10%) ke level 17.987,09, Indeks Hang Seng naik 58,35 poin (0,24%) ke level 24.784,88, Indeks Komposit Shanghai menguat 24,54 poin (0,76%) ke level 3.246,91, dan  Indeks Straits Times melemah 15,18 poin (0,44%) ke level 3.411,98.