Equityworld Futures :

Data stok Amerika Serikat menambah tekanan terhadap harga minyak yang kembali diperdagangkan di bawah level $30 per barel. Minyak WTI diperdagangkan melemah 5,53% ke harga $29,87 per barel di New York pada sesi penutupan perdagangan hari Selasa kemaren, jatuh 11% dalam dua hari terakhir setelah membukukan reli dua pekan. Adapun Brent merosot 4,7% ke $32,63 per barel.

“Februari, Maret, dan April akan sangat sulit bagi pasar minyak. Suplai tercatat sangat tinggi, masuk akal jika harga kembali menyentuh level terendah dalam beberapa bulan ke depan,” kata Scott Roberts dari Invesco Advisers kepada Bloomberg. Survel Bloomberg memperkirakan stok minyak di Negeri Paman Sam naik 4 juta barel pada pekan lalu, sedangkan stok bensin meneruskan penguatan di pekan ke-12. Badan Energi AS baru akan merilis stok resmi pada Rabu.

Stok minyak juga terus meningkat di pasar global di saat Arab Saudi menjaga level produksi untuk mempertahankan market sharet dan produksi minyak Rusia ada di volume terbanyak sejak era Uni Soviet. Venezuela dan Rusia masih berupaya mendorong pertemuan pembahasan kuota produksi dengan negara anggota OPEC. Pemerintah Rusia dan Venezuela menyatakan siap hadir jika pertemuan antara negara OPEC dan non-OPEC digelar.

Hasil produksi minyak OPEC naik menjadi 33,11 juta barel per hari sepanjang Januari seiring dengan penyertaan output minyak mentah Indonesia. Kenaikan output terbesar terjadi di Nigeria, Kuwait, dan Iran. Adapun Indonesia menyumbangkan tambahan 815.000 barel per hari.