Equityworld Futures : Minyak berjangka kembali turun 4% pada perdagangan Amerika  hari Kamis,  volatilabilitas  perdagangan yang menyebabkan  ayunan komoditas sekitar $ 4 per barel di kedua arah transaksi.

Minyak berjangka sebelumnya sempat mendapatkan sokongan dari selera beli pasar yang tinggi untuk aset yang dipandang berisiko karena harga semakin landai. Komentar dari seorang Menteri Perminyakan Arab Saudi yang mengatakan bahwa penurunan harga yang bersifat “sementara” tampaknya bisa menjadi dukungan dan bisa pula menjadi  hambatan pada harga.

Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Januari CLF5,  turun $ 2,36, atau 4,2%, untuk selanjutnya berhenti  di level $ 54,11 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu penutupan terendah  sejak 5 Mei 2009. Komoditas ini diperdagangkan dalam rentang harga  antara $ 54,05 dan $ 58,73 per barel pada waktu sebelumnya.

Minyak Brent untuk pengiriman Februari LCOG5,  turun $ 1,91, atau 3,1%, dan berakhir pada $ 59,27 per barel di bursa ICE Futures London. Ini juga harga terendah Brent sejak 19 Mei 2009.

Minyak berkemungkinan bisa perdagangan sampai ke level $ 48 per barel sebelum akhir tahun, sebelum OPEC melakukan berbagai hal  untuk mencegah kerugian lebih lanjut, kata Ritterbusch.