Equityworld Futures : Harga minyak mentah dunia merosot ke posisi terendah dalam 12 tahun terakhir ke bawah level psikologis $28 per barel. Faktor permintaan yang berlimpah membuat minyak sampai di kisaran $27.66 sebelum akhirnya pulih ke area $28.69.

Level pagi tadi merupakan yang paling murah sejak September 2003. Salah satu alasan mengapa harganya turun banyak hari ini adalah karena kontrak pengiriman Februari akan segera expired. Banyak trader sudah menutup kontrak dan mulai membuka trading baru untuk kontrak bulan berikutnya. Menurut pantauan Wall Street Journal, kontrak bulan Maret berada di posisi $28.83 per barel.

Sejak melemah dalam dua tahun terakhir, harga minyak sekarang sudah 70% lebih murah dibandingkan level termahalnya tahun 2014 silam. Belum ada tanda-tanda harganya segera menguat karena negara produsen tidak mau membatasi produksi harian demi menjaga pangsa pasarnya. Negara pemimpin OPEC seperti Arab Saudi takut kalau pembatasan kuota bisa membuat pelanggannya lari ke negara lain.

Alasan lain di balik penurunan minyak adalah kelesuan ekonomi yang terjadi di China, konsumen migas terbesar ke-dua dunia. Pelaku pasar khawatir kalau negara ini mengubah model pemberdayaan industrinya sehingga tidak bergantung lagi pada minyak. Dengan rasio pertumbuhan ekonomi tidak sampai 7% per tahun, maka kecil kemungkinan China akan meminta lebih banyak minyak seperti 5 tahun lalu. Jumlah persediaan minyak dunia diperkirakan bertambah 285 juta barel di 2016.