Equityworld Futures : Minyak berjangka mengalami reli pada penutupan di awal Jumat (27/3) untuk mendapat keuntungan sesi kelima berturut-turut di saat serangan udara di Yaman terus meningkatkan kekhawatiran atas pasokan minyak mentah di Timur Tengah.

Minyak mentah bulan Mei naik $ 2,22 atau 4,5% dan mencapai puncak intraday untuk menetap di $ 51,43 per barel di New York Mercantile Exchange.

Di ICE Futures Exchange London, minyak Brent untuk pengiriman Mei menguat $ 1,48 atau 2,61% dan diperdagangkan pada $ 57,96 per barel setelah menyentuh angka tinggi $ 59,76.

Yaman memproduksi sekitar 130.000 barel minyak mentah per hari, tetapi masih memiliki kekuatan untuk me”reli”kan harga minyak.

Dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya meluncurkan serangan udara terhadap pasukan pemberontak di ibukota Yaman dan di seluruh negeri, ada potensi untuk penutupan Selat. Hal-hal di atas adalah fakta bahwa Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di Timur Tengah menjadi terlibat.

Pada hari Kamis setelah Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi meninggalkan kota pelabuhan selatan Aden, minyak mentah untuk pengiriman Mei di New York Mercantile Exchange dan minyak mentah Brent di bursa ICE Futures mengalami reli. Keduanya terus perdagangan naik tajam pada hari Jumat menyusul berita dari serangan udara. Tetapi, beberapa analis tidak percaya penguatan minyak akan bertahan.

Harga minyak dunia melonjak lebih dari tiga dolar selama sesi Asia di tengah berita bahwa Arab Saudi melancarkan serangan udara di Yaman untuk melawan pemberontak Houthi Iran yang memicu kekhawatiran atas gangguan untuk pasokan dari daerah kaya minyak.

Ada kekhawatiran bahwa eskalasi permusuhan tersebut bisa memicu konflik di seluruh wilayah dan mengirim harga minyak melambung.

Negara-negara di Timur Tengah memang bertanggung jawab untuk hampir 35% dari produksi minyak global tahun lalu.