Equityworld Futures : Minyak berjangka ditutup lebih tinggi, dengan harga patokan AS dekat $ 59 per barel dikarenakan pemerintah melaporkan penurunan mingguan ketiga berturut-turut di pasokan minyak mentah dan ketegangan di Timur Tengah meningkat.

Harga minyak diperoleh kembali kurang dari setengah dari apa yang hilang hari sebelumnya, karena produksi AS gagal menurun karena beberapa pedagang yang diharapkan.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk bulan Juli naik 99 sen atau 1,7% untuk menetap di $ 58,98 per barel. Brent mentah untuk pengiriman bulan Juli di bursa ICE Futures London naik $ 1,01 atau 1,6% ke $ 65,03 per barel.

Dua kapal perang dan kapal vessel Iran di Teluk Aden di lepas pantai Yaman diyakini membawa bantuan kemanusiaan untuk warga sipil di Yaman, jelas pejabat Pentagon.

Kehadiran mereka telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Iran dapat mengirimkan kapal langsung ke Yaman tanpa menyetujui inspeksi PBB, dimana hal ini sangat berpotensi untuk menyeruakkan konfrontasi antara Iran, Amerika Serikat, dan pasukan Arab Saudi, dan menempatkan pasokan minyak mentah di area beresiko.

Sementara itu, badan Administrasi Informasi Energi AS pada Kamis pagi melaporkan adanya penurunan 2,7 juta barel dalam persediaan minyak mentah untuk pekan yang berakhir 15 Mei. Angka itu lebih banyak dari apa yang diperkirakan oleh beberapa analis. Tetapi, American Petroleum Institute melaporkan lebih besar yaitu penurunan sebanyak 5,2 juta barel.

Pasokan bensin turun 2,8 juta barel, sedangkan stok distilat turun 500.000 barel pekan lalu, menurut EIA. Analis memperkirakan bahwa stok bensin tidak berubah dan persediaan distilat yang meliputi minyak pemanas menunjukkan penurunan 560.000 barel.

Di Nymex bensin untuk kontrak bulan Juni naik 4,6 sen atau 2,3% ke posisi $ 2,041 per galon, sementara minyak pemanas Juni naik 1,7 sen atau 0,9% untuk berakhir pada $ 1,946 per galon.