Equityworld Futures Surabaya – Harga minyak global bergerak sedikit lebih tinggi pada Rabu (18/11/2015) waktu setempat (Kamis pagi WIB), setelah  minyak mentah light sweet a sempat turun di bawah 40 dollar AS.

Kenaikan ini didorong oleh laporan Federal Reserve yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, serta kenaikan persediaan minyak AS yang lebih kecil dari perkiraan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, ditutup naik tipis 8 sen menjadi 40,75 dolar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

WTI sempat merosot di bawah 40 dollar AS per barrel, level terendah sejak akhir Agustus 2015.

Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, patokan global untuk minyak mentah, bertambah 57 sen menjadi 44,14 dollar AS per barrel di perdagangan London.

Data minyak terbaru Departemen Energi AS menunjukkan,  meski mengalami kenaikan lagi, namun lebih kecil dari yang diperkirakan.

Persediaan minyak mentah naik 300.000 barrel menjadi 487,3 juta barrel pada pekan yang berakhir 13 November, tingkat tertinggi sepanjang tahun ini, tetapi jauh di bawah ekspektasi dari dua juta barrel. Dibandingkan dengan tahun lalu, pasokan hampir 28 persen lebih tinggi.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak AS menambahkan 1,5 juta barel menjadi 56,85 juta barel. Sementara itu, produksi minyak mentah AS bertambah 3.000 barel menjadi 9,182 juta barrel per hari pekan lalu.

“Harga minyak sebagian besar tetap tidak berubah karena laporan ini. Persediaan naik jauh lebih sedikit dari ekspektasi analis, namun para pedagang mungkin telah memperkirakan penurunan moderat dalam persediaan,” kata Thomas Nichols dari Moodys Analytics.


Para investor berspekulasi tentang kenaikan suku bunga the Fed pada Desember mendatang. Hal ini diperkuat oleh Ketua The Fed Janet Yellen dalam kesaksiannya kepada Kongres.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/11/19/072408326/Naik.Tipis.Harga.Minyak.Masih.di.Kisaran.40.Dollar.AS