Equityworld Futures : Minyak berjangka ditutup rendah pada penutupan di hari Selasa (19/5), dengan benchmark AS berada di level terendah dalam seminggu, gagal untuk mendapat dukungan dari dilema di Irak dan Yaman di saat data ekonomi AS yang mengecewakan melemahkan prospek untuk permintaan di sektor energi.

Para trader minyak juga cemas atas potensi pemulihan produksi minyak AS dan mempertimbangkan hasil dari pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak bulan depan.

Minyak mentah untuk kontrak Juni turun 26 sen atau 0,4% untuk menetap di $ 59,43 per barel di New York Mercantile Exchange dimana angka tersebut merupakan penyelesaian terendah sejak 11 Mei. Brent mentah untuk kontrak bulan Juli di bursa ICE Futures London turun 54 sen atau 0,8% ke $ 66,27 per barel.

Minyak mentah Nymex berakhir 0,5% lebih tinggi pekan lalu. Itu adalah kenaikan selama tiga minggu berturut-turut berdasarkan pada kontrak bulan depan.

Harga minyak gagal menemukan banyak dukungan di tengah kekhawatiran produksi AS yang bisa pulih jika harga terus meningkat.

Islamic State menguasai kota barat Ramadi, ibukota provinsi terbesar Irak, dan di Yaman, koalisi di bawah pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara terhadap pasukan Houthi, menurut laporan berbagai media.

Kembali ke Nymex, bensin untuk kontrak pengiriman bulan Juni turun 1,6 sen atau 0,8% ke $ 2.041 per galon, sementara minyak pemanas untuk kontrak Juni berakhir turun 1,8 sen atau 0,9%, ke $ 1.987 per galon.