Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (12/11) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 30 poin menjadi Rp 12.185 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.215 per dolar AS.  Kembali menguatnya mayoritas mata uang di kawasan Asia menjadi salah satu pendorong bagi rupiah kembali ke area positif.   Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sampai penutupan perdagangan. Indeks menguat 16 poin berkat aksi beli investor asing.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 14,957 poin (0,30%) ke level 5.047,241 berkat aksi beli di saham-saham unggulan.

Sentimen dari dalam negeri juga cukup kondusif menyusul suasana politik di dalam negeri yang tidak lagi relatif panas. Kondisi itu menjadi salah satu faktor bagi investor di pasar uang dalam negeri kembali masuk ke rupiah.  Kenaikan mata uang rupiah terhadap dolar AS itu cenderung bersifat spekulatif menyusul kondisi fundamental ekonomi domestik yang belum pasti seiring dengan pelaku pasar yang menunggu kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Fundamental ekonomi Indonesia masih menunggu kepastian kenaikan BBM, setelah itu kebijakan dari Bank Indonesia terkait tingkat suku bunga acuan (BI rate).  Beberapa agenda yang akan dilakukan pemerintah ke depannya salah satunya mengenai infrastruktur juga masih dinanti pelaku pasar.  Mata uang rupiah bertahap kembali menguat meski masih dalam kisaran yang sempit. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.205 dibandingkan posisi sebelumnya Rp  12.163 per dolar AS.

Dari bursa saham, minat investor asing untuk menanam uang di Indonesia pun makin tinggi.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 27,007 poin (0,54%) ke level 5.059,291 setelah dana asing mengalir masuk lagi ke lantai bursa. Posisi IHSG yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham.

Pada penutupan  perdagangan  IHSG naik 16,557 poin (0,33%) ke level 5.048,841. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,158 poin (0,48%) ke level 863,198.  Aksi beli investor asing itu berhasil mendorong delapan indeks sektoral menguat. Hanya dua sektor melemah akibat aksi jual, yaitu sektor perdagangan dan pertambangan.

Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih senila Rp 372,877 miliar di pasar reguler.  Sementara di seluruh pasar nilainya Rp 2,144 triliun.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.686 kali dengan volume 4,685 miliar lembar saham senilai Rp 6 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 94 turun, dan 74 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini naik tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker Indo Premier Securities (PD).  Rata-rata bursa regional menutup perdagangan di zona hijau sore hari ini. Hanya pasar saham Singapura yang melemah terkena aksi ambil untung.

Sedangkan  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 72,94 poin (0,43%) ke level 17.197,05, Indeks Hang Seng menguat 129,90 poin (0,55%) ke level 23.938,18, Indeks Komposit Shanghai menanjak 24,80 poin (1,00%) ke level 2.494,48, dan  Indeks Straits Times melemah 10,70 poin (0,33%) ke level 3,281.45.