Equityworld Futures : Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup melemah, pada akhir perdagangan Senin waktu New York.

Hal itu dipicu, seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa 23 September 2014, karena Tiongkok yang memberi sinyal tidak akan meningkatkan stimulus moneter dan menurunnya data penjualan rumah AS pada Agustus.

Menteri Keuangan Tiongkok, Lou Jiwei menuturkan bahwa Beijing tidak akan membuat perubahan besar dalam menanggapi salah satu indikator ekonomi, sehingga membatasi pemikiran bahwa data ekonomi yang sedikit melemah akan mendorong pemerintah pusat menambah stimulus moneter ke pasar.

Saham Apple menguat setelah perusahaan itu melaporkan penjualan iPhone terbarunya di atas US$10 juta.

Saham Yahoo anjlok, setelah Bank of America Merrill Lynch dan Sanford Bernstein menurunkan peringkat sahamnya, usai Alibaba Group Holding memulai debutnya melantai di Bursa New York.

Saham Dresser-Rand Group menguat, menyusul Siemens asal Jerman mengatakan akan mengakuisisi pembuat peralatan ladang minyak senilai US$7,6 miliar.

Setelah sebelumnya juga melemah, National Association of Realtors melaporkan penjualan rumah AS pada Agustus melemah kembali 1,8 persen.

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya naik 13 persen menjadi 13,69.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir merosot 107,06 poin (0,6 persen) ke level 17.172,68, dengan saham United Technologies yang paling merugi dari 30 komponen utama indeks.

Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 16,11 poin (0,8 persen) ke level 1.994,29, dengan saham sektor konsumen dan energi yang paling merugi.

Pelemahan indeks Dow Jones dan S&P 500 menjadi penurunan perdagangan harian terbesar sejak 5 Agustus lalu.

Adapun indeks Nasdaq melemah 52,10 poin (1,1 persen) ke level 4.527,69.

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 697 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,3 miliar unit saham.

Nilai tukar mata uang dolar berbalik lebih tinggi terhadap mata uang mitra dagang utama AS. Sementara itu, imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi turun menjadi 2,567 persen.

© VIVA.co.id