Equityworld Futures – Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat yang mulai mendatangi toko emas untuk menjual perhiasannya. Perhiasan emas yang dijual masyarakat pun beraneka ragam, mulai dari kalung, cincin, gelang, hingga anting. Tren ini juga terjadi di Pusat Pertokoan Emas di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

PT. Equity World Futures, Equity world Futures, Equityworld Futures, Equityworld, Equity world, Hangseng, Nikkei, Gold, Rupiah

PT. Equity World Futures, Equity world Futures, Equityworld Futures, Equityworld, Equity world, Hangseng, Nikkei, Gold, Rupiah

Latar belakang ramainya penjualan emas disinyalir karena kebutuhan menjelang Lebaran dan masuknya anak sekolah pasca Lebaran.

“Kebanyakan yang jual. Mungkin momen anak sekolah SD, SMP, SMA pas juga dengan Lebaran karena mereka kan butuh uang pangkal, uang anak sekolah,” ungkap salah seorang pemilik toko emas di Cikini, Yudistira, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).

Menurutnya, harga yang sedang tinggi dibandingkan bulan sebelumnya membuat masyarakat ramai-ramai menjual perhiasan emasnya.

“Harga emas lagi tinggi, dia (warga) memanfaatkan untuk jual,” tambahnya.

Perlu diketahui harga emas saat ini untuk perhiasan mencapai Rp 490.000 per gram dengan kadar 75% atau 18 karat. Sedangkan untuk logam mulia dengan kadar yang lebih tinggi 99,99% atau 24 karat mencapai Rp 590.000 per gram.

Tren penjualan dan pembelian logam mulia ini diperkirakan akan seimbang seperti tahun kemarin. Meskipun enggan menyebut persentasenya, pihaknya menyebutkan bahwa tren penjualan dan pembelian perhiasan emas cenderung sama.

“Tren kemarin imbang, banyak jual dan banyak beli. Mungkin pulang kampung banyak pamer show off,” kata Yudistira.

Tren pembelian perhiasan emas diperkirakan akan ikut naik mendekati Lebaran. Hal ini dikarenakan mulai diberikannya Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawai menjelang Lebaran.

“Dekat Lebaran imbang karena mereka jual perhiasan butuh uang buat mudik tapi ada THR udah turun beli perhiasan juga,” jelas Yudistira.