Iriawan WidadiOleh : Ir. Iriawan Widadi
( Ketua Paguyuban Ini Bangsaku )
 

Segala sesuatu terjadi karena ada sebabnya. Untuk setiap akibat ada sebab–sebab tertentu ( Brian Tracy )

Adanya diri kita saat ini ( apa yang kita hadapi, rasakan, jalani dan miliki ) merupakan hasil dari apa yang kita pikirkan. ( Buddha )

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit. Orang yang menabur banyak, akan menuai banyak ( 2 Korintus [9] : 6 )

Barangsiapa MENGERJAKAN KEBAIKAN sebesar dzarrah, niscaya AKAN MELIHAT BALASANNYA. Dan barangsiapa MENGERJAKAN KEJAHATAN sebesar dzarrah, niscaya AKAN MELIHAT BALASANNYA PULA ( QS. Al Zalzalah [99] : 7-8 )

Agar kita bisa sukses dan dapat mengembangkan diri kita perlu meyakini adanya hukum sebab
akibat. Akibat apapun yang kita rasakan, kita alami dan kita miliki sesungguhnya merupakan akibat dari sebab-sebab yang kita pilih sebelumnya. Allah tidak akan mengubah akibat kalau kita tidak mengubah sebabnya. Hukum ini berlaku kapanpun, dimanapun, dan bagi siapapun. Oleh karena itu lakukanlah sebab yang baik, maka kita akan menerima akibat yang baik pula. Begitu pula berlaku sebaliknya. Dari hukum sebab akibat inidapat diturunkan menjadi empat hukum yang lain.

Dari hukum sebab akibat inidapat diturunkan menjadi empat hukum yang lain.

Pertama, Hukum Keyakinan (Law Of Belief).

Adapun yang kita yakini dengan SEPENUH HATI akan menjadi kenyataan. Apakah kita yakin kita bisa, apakah kita yakin kita tidak bisa. Dua-duanya benar. Kenapa? Karena Allah mengikuti persangkahan hambah-Nya. Jika hambah berprasangka baik, maka ia akan diperlakukan sebaik prasangkanya itu (Hadist Qusdi). Oleh karena itu, bangunlah keyakinan-keyakinan memberdayakan dalam hidup kita karena apa yang kita yakini akan menjadi kenyataan.

Kedua, Hukum Harapan ( Law Of Expectation ).

Apapun yang kita harapkan dengan PENUH PERCAYA DIRI menjadi harapan yang terpenuhi dengan sendirinya. Maka janganlah sekali-kali mempunyai harapan yang buruk, terhadap Pencipta alam semesta. Berpengharapanlah yang paling baik. Siapa pun yang berpengharapan dengan percaya diri, maka harapan itu akan terpenuhi dengan sendirinya.

Ketiga, Hukum Ketertarikan (Law Of Attraction).

Hukum ketertarikan mengajarkan bahwa kita adalah MAGNET HIDUP yang menarik orang-orang, situasi & keadaan yang sejalan dengan situasi & keadaan yang sejalan dengan pikiran dominan ke dalam hidup kita. Allah berfirman dalam QS Ibrahim [14] : 17, “Dan (Ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesunguhnya jika kamu bersyukur, Kami (Allah) pasti akan menambah [nikmat] kepadamu; sebaliknya jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku amat pedih.”

Keempat, Hukum Kesesuaian (Law of Correspndence).

Dunia Luar merupakan CERMIN dunia dalam kita, sesuai dengan pola dominan pikiran kita. Kalau kita
tidak suka dengan apa yang kita alami, kita rasakan, kita miliki, sesungguhnya hal tersebut hanya merupakan cermin saja dari apa yang ada dalam diri kita. Pikirkanlah hal-hal yang positif dan baik, maka kita akan mendapatkan hal-hal yang positif dan baik.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah [2] : 216). 

Tiada balasan KEBAIKAN kecuali KEBAIKAN pula. (QS Ar Rahmaan [55] : 60)

Ada sebuah kisah tentang seorang pelukis yang tengah membuat sebuah lukisan. Tiba-tiba tanpa disengaja dia melakukan coretan yang tidak perlu dan berkata  “Upps”. Melihat hal itu asisten nya dengan sigap mengambil dan memberikan penghapus supaya ia bisa menghapusnya. Setelah ia berikan penghapusnya, justru yang dilakukan oleh sang perlukis adalah menaruh penghapus tersebut dan dengan tenangnya meneruskan pekerjaannya sampai lukisan itu sempurna. Dengan rasa penasaran asistennya memberanikan diri untuk bertanya  “Wahai tuan , bukankah tadi anda melakukan kesalahan coretan pada saat melukis dan dengan penghapus yang saya berikan tuan dapat menghapusnya. Kalau boleh tahu, mengapa tuan tidak melakukannya ?” Pelukis tersebut dengan senyum yang merekah menjawab “Tidak selamanya kesalahan itu dihapus dan dilupakan, terkadang tanpa kita sadari coretan yang salah tersebut memberikan banyak hal buat kita. Saya justru terinspirasi dengan adanya kesalahan coretan tadi sehingga saya menemukan ide untuk membuat suatu karya lukisan yang baru dimana itu semua belum pernah saya bayangkan. Disinilah justru saya menemukan bahwa dalam proses seringkali kesalahan-kesalahan terjadi tetapi itu semua justru menjadikan lukisan saya semakin baik dan semakin bagus”.  Asisten tersebut manggut-manggut mendengar jawaban sang pelukis sambil mencoba memahaminya. “Maaf tuan, saya belum mengerti maksud tuan” kata asisten memberanikan diri kembali untuk bertanya. Kembali sang pelukis dengan senyum menjawab “Seringkali kita selalu takut jika membuat kesalahan, atau jika telah membuat kesalahan maka merasa bahwa itu semua sudah final dan tidak bisa dibenahi. Padahal dari kesalahan itu kita bias belajar atau bahkan dari kesalahan itu kita menemukan cara lain untuk menyelesaikan suatu pekerjaan seprti yang kamu lihat tadi, pada saat saya tetap meneruskan pekerjaan saya samapi lukisan itu sempurna. Di sisi lain jika setiap saya melakukan kesalahan lalu saya hapus maka kesalahan-kesalahan itu akan semakin sering terjadi karena begitu gampangnya setiap kesalahan dihapus dan membuat kita semakin tidak percaya diri. Kamu sudah mengerti sekarang?” Tanya pelukis tersebut. “Sudah tuan, saya mengerti sekarang” jawab asisten.

 

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Semua Manager melakukan hubungan baik dengan calon Nasabah, Nasabah, Mantan Nasabah, Staf maupun Mantan Staf. Boleh jadi jika saat ini mereka belum menjadi atau sudah tidak menjadi bagian dari kita lagi, suatu saat nanti mereka bisa bergabung kembali. Langkah-langkah yang diambil adalah memberikan perhatian dengan cara mengirim pesan singkat (SMS, BBM, WA, dll) untuk menanyakan kabar beserta keluarga, do’a, salam serta memberikan kata-kata motivasi serta kata-kata bijak yang patut kita renungkan bersama secara berkala.

Contohnya :

# Mengucapkan selamat berakhir pekan bersama keluarga pada hari Jum’at sore

# Mengucapkan selamat beraktivitas kembali pada hari Senin pagi.

2. Dalam setiap pelaksanaan Rekruitmen dan Training yang dilakukan oleh R&T
dilakukan hal sebagai berikut :

       # Pada pembukaan diawali dengan do’a yang dihadiahkan :

– Untuk Orang tua kita ( sebut namanya ). Al-fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk leluhur-leluhur kita ( sebut namanya ). Al-fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk keluarga kita ( sebut namanya ). Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk semua para pendahulu-pendahulu kita. Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk semua para pahlawan-pahlawan kita. Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami

       # Pada akhir / penutupan diakhiri dengan do’a :

Semoga apa yang telah kita lakukan hari ini bisa bermanfaat buat kita semua.

            Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami.

3. Dalam pelaksanaan meeting di setiap Tim yang dilakukan hal sebagai berikut :

# Pada pembukaan diawali dengan do’a yang dihadiahkan :

– Untuk Orang tua kita ( sebut namanya ). Al-fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk leluhur-leluhur kita ( sebut namanya ). Al-fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk keluarga kita ( sebut namanya ). Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk semua para pendahulu-pendahulu kita. Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami

– Untuk semua para pahlawan-pahlawan kita. Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami

# Pada akhir / penutupan diakhiri dengan do’a :

Semoga apa yang telah kita lakukan hari ini bisa bermanfaat buat kita semua.

       Al-Fatihah / Do’a Bapa Kami