Equityworld Futures : Indeks saham di Asia menguat setelah data ekonomi AS mendongkrak kinerja indeks saham di Wall Street, meskipun aktifitas perdagangan masih sepi dengan bursa saham di Tokyo masih tutup. Pasar saham di Seoul dan Hong Kong juga tutup untuk libur memperingati hari kelahiran Buddha.

Data ISM Non-Manufacturing Index naik ke level 55.2 di bulan April, tercepat dalam 8 bulan. Data ini menambah bukti ekonomi AS sedang keluar dari kelesuan yang dipicu oleh musim dingin yang ekstrim dan memberikan sentimen positif untuk mengimbangi kekhawatiran atas China.

Pertemuan kebijakan bank sentral Australia menjadi satu satunya event penting yang terjadi di Asia, dan Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan Cash Rate di tingkat 2.5%, seperti yang sudah di proced-in oleh pasar.

IHSG terpangkas 8 poin (-0.17%) ke level 4834.5  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 1.8 poin (-0.22%) ke level 815.3. Investor asing menyuntikkan IDR102 miliar ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa turun setelah OECD meminta bank sentral Eropa (ECB) untuk segera menurunkan suku bunga acuan demi memerangi inflasi yang rendah dan karena krisis di Ukrania serta laporan keuangan yang tidak terlalu menggembirakan membuat investor gelisah.

Sementara itu, data yang dirilis hari Selasa memperlihatkan aktifitas usaha di zona Euro mencapai level teringgi dalam 3 bulan di bulan April dengan perhitungan akhir data Purchasing Managers? Index (PMI) berada di level 54.0, naik dari 63,1 di bulan Maret.

Indeks saham utama di AS turun tajam seiring dengan aksi jual atas saham sektor Internet dan saham yang sensitif terhadap pergerakan siklus ekonomi (termasuk saham sektor perbankan) menjalar ke sektor sektor lainnya.

Defisit perdagangan AS menciut di bulan Maret seiring dengan peningkatan ekspor sehingga defisit berkurang menjadi $40.4 juta dari $41.9 juta di bulan Februari.