Equityworld Futures : Merujuk pada grafik Daily, penampilan Emas nampak tertekan dalam dua hari sesi transaksi bersinambung, setelah pada akhir pekan kemarin, Emas sukses menggapai level puncak 1307.55.

Dan memasuki hari kedua pekan ini, fase koreksi yang mendera Emas masih berlangsung intens.Meredupnya kinerja Emas dipengaruhi langsung oleh spekulasi bahwa kemenangan pemilu di Yunani oleh partai anti-penghematan tidak akan menyebabkan Yunani keluar dari zona Euro, sehingga menggerus permintaan untuk asset Emas.

Di sisi lain, mata uang Eurozone nampak memantul naik dari level terendah dalam 11 tahun terhadap dollar AS, yaitu 1.1095, manakala Perdanan Menteri Yunani terpilih, Alexis Tsipras berjanji akan tetap mempertahankan Yunani sebagai anggota negara bermata uang tunggal.

Keinginan mayoritas warga Yunani untuk tetap bertahan dalam keanggotan Eurozone, juga menjadi perangsang rebound euro dan tersendatnya performa Emas

Sejatinya, penguatan Emas selama tiga pekan bersinambung dipengaruhi langsung oleh kekhawatiran para investor atas kondisi ekonomi Eurozone yang kian lesu, sehingga mendorong peningkatan permintaan Emas sebagai store of value.

Perak juga turut terkoreksi dan hari ini sempat tertekan menuju level 17.48, setelah dalam empat hari terakhir sesi transaksi, berjuang untuk mengatasi perlawanan ketat area resisten 18.50.

Kendati sempat memantul naik menuju level 46.37, namun secara general, tekanan jual tetap membayangi jejak Minyak Mentah dan kemarin bersimpuh pada level terendah dalam hampir enam tahun, yaitu 44.36 sebelum dirilis perkiraan data stok minyak mentah Amerika Serikat, yang menunjukkan kenaikan dalam tiga pekan terakhir

Minyak mentah telah terkuras hampir 50% tahun kemarin, karena Amerika Serikat menggenjot kapasitas produksi minyak mentah pada level tercepat dalam lebih tiga decade dan OPEC menolak seruan untuk memangkas pasokan.
Harga minyak mentah kemungkinan anjlok menuju level $30 per barrel, sebagaimana dinyatakan oleh Gary Cohn, Presiden of Goldman Sachs Group Inc. kemarin.

Perkiraan pergerakan Minyak Mentah hari ini adalah tetap dalam atmosfir bearish selama melaju konsisten di bawah area 46.50 dengan target terdekat menjebol support 44.00 dan 43.20. Support kritis berada pada level 42.15.
Sedangkan peluang naik dipersyarati dengan kemestian menjebol resisten 46.50 dengan target berikut, 47.50 dan Resisten kritis periode pendek adalah 48.50

Untuk Performa Emas , jika bergerak konsisten di bawah area 1285.50, maka tekanan jual akan kian intensif dengan target berikut 1262.00 hingga zona MA 200 grafik Daily, yaitu 1253.73. Support psikologis periode pendek terletak pada level 1243.00

Peluang untuk menata ulang grafik naik adalah keharusan mendobrak area resisten 1295.50 dan level 1307.50 dengan target berikut, 1308.75

Jika Perak tertekan di bawah support 17.40, akan membuka peluang terdesak menuju support kritis, 17.00. Dominasi seller di bawah 17.00 rentan mengembalikan Perak pada atmosfir bearish.

Prasyarat menjejaki tren naik adalah harus mendobrak area resisten 18.50 dengan target berikut, 18.90-19.00.

Data berlabel sangat sensitive malam ini antara lain; USD Durable Goods Order pada jam 20.30 WIB dengan estimasi naik 0.6% dari sebelumnya -0.9%, disusul dengan rilisan data USD CB Consumer Confidence dengan prediksi naik 95.3 dari 92.6 serta USD New Home Sales dengan perkiraan naik 452.000 dari 438.00, keduanya akan dipublikasikan pada jam 22.00 WIB