Equityworld Futures : Pada sesi transaksi hari Senin kemarin, Emas sempat melompat setelah dirilis data dari The institute of Supply Management untuk item manufacturing indeks Amerika Serikat.  ISM untuk bulan Mei naik pada indeks 52.8. Level tertinggi dalam tiga bulan, sekaligus melibas estimasi yang disodorkan para analis, yaitu 52.7. Sementara New Orders, juga melejit pada indeks 55.8. Level tertinggi untuk tahun ini.

Pada saat yang sama, Depertemen Perdagangan AS menyatakan bahwa consumer spending untuk bulan April terlihat flat, sedikit di bawah ekspektasi naik 0.2%. Belanja untuk durable goods ternyata anjlok (-0.7%)  pada bulan April. Sebulan sebelumnya, seluruh consumer spending naik sebesar 0.5%

Di sisi lain, inflasi untuk April juga terlihat flat, sedikit di bawah estimasi para analis, yaitu naik tipis 0.1%. Core PCE Index, di luar harga makanan dan energy, naik 0.1%, tapi masih di bawah ekspektasi naik 0.2% . Berdasarkan basis tahunan, indeks naik 1.4%– juga di bawah kenaikan CPI bulan April, yaitu 1.8%.

Dan data inflasi AS tersebut yang membuka celah naik bagi Emas, saat menyapa level 1204.10 dan juga Perak, kala meraih level 17.17, sebelum keduanya tertekan pada sesi penutupan, yaitu 16.74 untuk Perak dan 1189.00 untuk Emas

The Federal Reserve ingin menyimak inflasi mendekati target 2% selama periode dua tahun, sebelum mendongkrak suku bunga acuan Fed  Funds rate untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade

Untuk data lainnya, yaitu construction spending, pada bulan April meronta 2.2%. Sekaligus memupus estimasi para analis yang menyajikan naik hanya 0.7%. Data construction spending untuk bulan Maret,setelah direvisi  naik 0.5%, yang sebelumnya tercatat negative (-0.6%)

Tekanan balik menukik yang mendera Emas dan Perak, juga tak lepas dari dominasi dollar AS atas rival karensi utama lainnya, yang nampak masih solid, sebagaimana terdeteksi dari US Dollar Index (USD),  penakar kekuatan the greenback versus enam mata uang utama lainnya, kemarin melejit menuju level puncak 97.76, mendekati level tertinggi dalam lima pekan

Dan komoditi yang berdenominasi dollar AS seperti Emas menjadi lebih mahal bagi para pembeli pemegang mata uang non dollar AS, pada saat dollar AS terapresiasi

Untuk minyak mentah, meski bergerak dalam kisaran transaksi lebih tipis ketimbang hari Jumat pekan kemarin, namun kans naik masih terbuka, setelah sempat bertengger di atas level 60.00.

Sejatinya, minyak mentah telah terkuras lebih dari 100% sejak OPEC memutuskan untuk memproduksi minyak mentah pada level yang konstan. Para trader dan investor kini menunggu pertemuan OPEC di Wina pada akhir pekan ini, demi mendeteksi indikasi lebih lanjut mengenai level pasokan di pasar  OPEC berharap tetap memproduksi minyak mentah di atas 30 juta barrel per hari.

Sementara stok minyak mentah AS mendekati level kapasitas penuh pada awal musim semi. Pekan kemarin, produksi minyak mentah AS meningkat menjadi 9.566 juta barrel per hari, atau naik dari total 9.262 pada akhir pekan 15 Mei

Dengan absennya data vital dari Washington, maka hari ini performa minyak mentah, Emas dan Perak akan lebih terfokus pada dimensi teknikal dengan area support dan resisten signifikan antara lain;  untuk  minyak mentah;  level 59.30 dan 58.75 merupakan area support kuat dengan resisten solid pertama pada area 60.70-60.80

Bagi Emas, support kritis pertama pada area 1188.00 dan 1172.00, sementara untuk support kritis berikutnya adalah 1160.00. Peluang naik akan bersua dengan area resisten solid pada kisaran 1200.60- 1202.40

Sedangkan Perak akan kian melorot, jika menembus area support 16.50 dengan sasaran berikutnya adalah 16.25; 16.10. Support kritis pertama pada level 15.85 lalu 15.30. Upaya naik akan bersua dengan area resisten awal pada kisaran 16.85-16.34. Dan resisten kuat pada level 17.32-17.41