Equityword Futures Surabaya – Harga minyak bergerak turun menyusul tingginya persediaan minnyak. Ancaman berlebihnya pasokan mengintai harga minyak.

Kelompok industri American Petroleum Institute (API) mengatakan dalam laporan pendahuluan, stok minyak mentah AS meningkat 7 juta barel pekan lalu, jauh di atas 3,7 juta barel yang diperkirakan oleh analis dalam survei Reuters.

“Angka-angka API mengatur lagi untuk laporan besok, yang diperkirakan akan menunjukkan perbaikan,” kata kata Chris Jarvis, analis di Caprock Risk Management di Frederick, Maryland, dilansir dari Reuters, Rabu 21 Oktober 2015.
Minyak berjangka Brent untuk pengiriman Desember ditutup turun 10 sen menjadi US$48,71 per barel.
Minyak mentah berjangka AS untuk November, juga berakhir turun 34 sen menjadi US$45,55 per barel.
“Ancaman berlebihnya pasokan membuat rally singkat seperti apa yang terjadi di akhir sesi hari ini,” kata Analis Strategi Makro di Seaport GFlobal Securities, Richard Hastings.
Produksi Irak dan Libya yang kuat, serta sanksi nuklir Iran yang segera berakhir akan menambah pasokan dunia. Eksportir minyak utama di Timur Tengah memompa sekitar dua juta barel per hari, lebih dari yang dibutuhkan saat ini.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/689568-iran-masuki-pasar-lagi–harga-minyak-turun