Sebagai penangkal serangan virus besar dari luar terhadap perangkat pengguna, Kaspersky Lab terbilang menjadi pilihan utama untuk diandalkan.

Namun, dikabarkan vendor solusi perlindungan keamanan internet ini tak mampu menjinakan agresi virus lokal.

Terkait kabar tersebut, Dony Koesmandarin, Business Development Manager Kaspersky Lab Indonesia, membantahnya. Menurut dia, pihaknya sangat bisa menangkal virus-virus lokal.

“Saya bisa guarantee. Untuk saat ini kita punya banyak controlling dan pengenalan terhadap virus lokal, termasuk virus yang baru dikenali,” ungkap dia di Jakarta, Rabu 8 Oktober 2014.

Dony melanjutkan, virus-virus lokal tersebut mampu dijinakkan oleh Kaspersky Lab, tentunya dengan fitur yang lebih dari yang lain.

Kaspersky Lab juga mengklaim mampu menghadang bug seperti Heartbleed, bahkan hingga yang paling berbahaya saat ini, yaitu Bash atau Shellshock.

“Kami bisa memproteksinya dan meng-handle itu semua,” ujar Dony.

Dony menambahkan, itu karena Kaspersky dirancang tidak untuk meng-upgrade, melainkan mengikuti ancaman yang saat ini terjadi seperti Heartbleed atau Bash.

“Kalaupun ada walware terbaru, apapun tipikalnya, secara otomatis Kaspersky Lab akan memberikan solusinya kepada pengguna,” ungkapnya.

Namun, ketika ditanya apakah Kaspersky Lab mampu melindungi 100 persen penggunanya dari ancaman-ancaman tersebut, mereka tidak bisa menjamin.

“Kami tidak yakin ada yang bisa melindungi 100 persen dari ancaman malware. Begitu juga kami. Kalaupun ada, berarti dicurigai mereka yang membuat malware tersebut,” jelas Dony.

Pada kesempatan tersebut, Kaspersky meluncurkan dua versi terbaru yakni Kaspersky Internet Security 2015 dan Kaspersky Anti-Virus 2015. Dikatakan, keduanya mampu perangkat elektronik pengguna terhadap serang malware, virus, penyadapan melalui Webcam, dan pencurian data melalui Wi-Fi.

Diketahui, Kaspersky Internet Security 2015 yang 3 pengguna dijual Rp429 ribu, 1 pengguna Rp259 ribu. Sedangkan, Kaspersky Anti-Virus 2015 untuk 3 pengguna dibandrol Rp289 ribu, lalu yang 1 pengguna dijual Rp179 ribu. (ita)