Equityworld Futures : Saat bertemu dengan pemimpin negara Jepang dan Rusia, presiden Joko Widodo mendapat keluhan. Para pengusaha mereka yang berinvestasi di Tanah Air terkendala dengan pembebasan lahan. Jokowi pun berjanji menyelesaikan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertemu dengan Jokowi di arena APEC CNCC, Senin (10/11) kemarin. Keduanya sempat diskusi selama hampir 30 menit. Wartawan hanya diperkenankan meliput beberapa menit saja, sisanya Jokowi dan Abe bicara lebih detail soal masalah investasi.

Nah, dalam pembicaraan tertutup itu, ternyata Jepang menyatakan keluhannya soal masalah pembebasan lahan. Terutama terkait proyek PLTU di Batang, di mana Jepang sebagai investor lewat Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

“Selalu kalau ketemu sampaikan keluhan pembebasan lahan, di Batang itu,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di Hote Kempinski, Beijing, Senin (10/11/2014) tengah malam.

Selain Jepang, ada juga Rusia yang menyampaikan keluhan soal pembebasan lahan. Khususnya, terkait proyek rel kereta api di Kalimantan. Lalu, apa jawaban Jokowi?

“Saya jawab saya belum tahu probelemnya apa. (Tapi) Harus diyakinkan bahwa problem itu kita bantu dan diselesaikan. Kalau problemnya selesai nanti saya jawab ke dubes mereka. Harus diyakinkan problem itu kita bantu dan selesaikan kalau nggak gitu nama kita jelek,” paparnya.

Apakah Jokowi akan meminta menteri atau pejabat lainnya menggunakan negosiasi makan siang seperti yang dilakukannya kala ada masalah pembebasan lahan di tingkat wali kota dan gubernur?

“Ya senangnya seperti itu (makan siang). Pendekatan kita nggak menekan, tapi makan siang. Nggak di Tanah Abang, JORR,” tegasnya.

Saat menjadi gubernur dan wali kota, Jokowi juga kerap bermasalah dengan pembebasan lahan. Namun dia berhasil menyelesaikannya dengan makan siang dengan para warga. Cara negosiasi ini dia pamerkan saat di acara CEO Summit kemarin. Para CEO pun antusias memberikan tepuk tangan.