Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (30/4) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat tipis sebesar sembilan poin menjadi Rp 1 2.921 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.930 per dolar AS.  Pertumbuhan produk domestik bruto Amerika Serikat  (AS) periode kuartal I 2015 yang di bawah perkiraan kalangan analis menjadi salah satu faktor penekan mata uang dolar AS di pasar global.  Sementara  bursa saham masih negatif dan lesu.   IHSG turun 19 poin sepanjang perdagangan kemarin,  setelah sempat bergerak positif dan naik ke puncak tertingginya di 5.141,497. Setelah itu IHSG terus bergerak di zona merah hingga akhir perdagangan.

PDB Amerika Serikat hanya tumbuh 0,2 persen di kuartal I 2015, di bawah kuartal sebelumnya yang 2,2 persen dan perkiraan analis yang sebesar 1 persen. Meski  demikian, walaupun angka PDB Amerika Serikat melambat cukup drastis, namun hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengirimkan sentimen kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate) pada tahun ini.

Gubernur the Fed Janet Yellen masih yakin bahwa perekonomian AS akan kembali ke jalur yang mengarah ke target jangka panjang dalam waktu dekat, dengan itu maka peluang dinaikkannya suku bunga acuan di tahun ini masih terbuka, situasi menahan penguatan rupiah lebih tinggi.  Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) masih berusaha untuk memasok dolar AS di pasar domestik dalam rangka menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Situasi itu memberikan peluang bagi rupiah untuk bertahan di area positif.

Seluruh anggota FOMC tadi malam setuju untuk mempertahankan suku bunga 0-0,25 persen menyusul belum membaiknya perekonomian AS.  Namun,  Janet Yellen yang masih yakin terhadap ekonomi AS ke depannya maka kenaikan suku bunga AS dapat terjadi kapan saja.

Dari bursa saham, menutup  perdagangan Kamis (30/4), IHSG turun 19,138 poin (0,37%) menjadi 5.086,425. Sementara indeks unggulan LQ45 turun 7,850 poin (0,89%) menjadi 869,440.  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kala penutupan pasar berada di Rp 12.930/USD. Menguat dibanding penutupan kemarin di Rp 12.895/USD. Tercatat aktivitas pasar hari ini berjalan ramai. Terjadi 278.585 kali transaksi yang melibatkan 6,53 miliar unit saham senilai Rp 9,3 triliun. Di atas rata-rata transaksi harian yang sekitar Rp 6 triliun.

Adapun  saham-saham yang masih bisa menguat dan masuk jajaran top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.225 menjadi Rp 50.000, Indo Tambang (ITMG) turun 825 menjadi Rp 12.600, Indocement (INTP) turun Rp 700 menjadi Rp 21.000, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 600 menjadi Rp 21.400.