Equityworld Futures : Harga minyak mentah melemah di awal sesi Asia. Para pedagang dan investor fokus pada  data pasokan minyak mentah di AS serta kemajuan pembicaraan antara kekuatan Barat dan Iran atas program nuklirnya. Nanti malam The American Petroleum Institute akan merilis perkiraan stok minyak mentah, bensin dan distilat pekan lalu. Data yang serupa dari Departemen Energi AS akan dirilis besok. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei turun 0,79% menjadi $48,26 per barel. Semalam, harga minyak mentah turun karena tenggat waktu untuk kesepakatan mengenai program nuklir Iran semakin mendekat, memperburuk kekhawatiran bahwa pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran bisa menambahkan pasokan minyak dunia.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan ada “peluang 50-50,” kesepakatan dengan Iran akan dicapai hari ini.  Di Lausanne, Swiss, sebuah sejumlah menteri luar negeri dari kekuatan utama dunia bertemu dengan Iran, dilaporkan mereka menekan para pemimpin Iran untuk mengalah pada rincian akhir dari perjanjian yang ditunggu sejak lama. Para pihak terkait telah menetapkan batas waktu hari Selasa untuk mencapai kesepakatan mengenai langkah awal untuk kesepakatan yang bertujuan untuk membatasi kemampuan Iran dalam pembuatan bom nuklir. Terhambat oleh sanksi ekonomi yang berat selama tiga tahun terakhir, Iran telah  mengekspor lebih dari satu juta barel minyak mentah per hari sejak 2012.  Iran berada di peringkat keempat di dunia cadangan untuk minyak mentah, demikian menurut Administrasi Informasi Energi (EIA). Sanksi yang keras, pada gilirannya telah meningkatkan pasokan minyak Iran. Teheran telah menimbun 30 juta barel minyak pada armada supertanker lepas pantai.

Sementara itu OPEC mengatakan dalam sebuah laporan pertengahan Maret lalu bahwa harga minyak mentah di Iran meningkat menjadi $53,26 untuk bulan Februari, lonjakan lebih dari $10 per barel dari bulan sebelumnya. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh telah menetapkan target produksi 5,7 juta barel per hari minyak mentah pada tahun 2018. Harga minyak mentah Iran sedikit di bawah harga patokan internasional. Di Intercontinental Exchange (ICE), Brent untuk pengiriman Mei turun 0,37% atau 0,21 ke $56,20 per barel pada sesi Senin.

Pasokan minyak global yang begitu banya sebagian besar terjadi karena pengeboran shale di seluruh Amerika Serikat. Minyak AS dipompa pada laju tercepat dalam lebih dari 30 tahun. Jika AS mencapai kapasitas penyimpanan tertingginya, ada kekhawatiran bahwa harga minyak mentah bisa terjun di bawah $30 per barel.

Sementara itu harga emas naik tipis karena investor fokus pada setiap langkah baru Tiongkok untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan juga pembicaraan antara negara-negara Barat dan Iran atas program nuklirnya. Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,06% menjadi $1.186,00. Semalam, emas berjangka jatuh lebih dari $15 per ounce, di tengah menguatnya dolar AS karena para pedagang logam menunggu kesepakatan tentang destabilisasi program nuklir Iran. Kedua belah pihak berharap untuk menuntaskan rincian akhir dari kesepakatan yang dapat membatasi kemampuan nuklir Iran tengah malam pada Selasa malam. Emas dianggap tempat yang aman bagi investor dalam periode ketidakstabilan global. Kesepakatan di perundingan tersebut bisa membuat para investor menjauh dari logam mulia dan mulai memburu aset investasi lainnya.