Equityworld Futures : Pada Perdagangan Kamis (8/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 25 poin menjadi Rp 12.700 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.725 per dolar AS, menyusul meningkatnya cadangan devisa Indonesia.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhambat aksi ambil untung investor asing. Setelah sempat naik hingga 20 poin lebih, IHSG menutup perdagangan dengan naik 4 poin saja. Penguatan harga sahamnya sempat mendorong Indeks ke titik tertingginya hari ini di 5.230.

Merujuk  data Bank Indonesia (BI) tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2014 meningkat USD 800 juta menjadi USD  111,9 miliar, dari USD 111,1 miliar pada November 2014.  Meningkatnya cadangan devisa itu salah satunya ditopang dari penempatan portofolio asing yang masih cukup baik di dalam negeri. Itu mencerminkan persepsi positif investor terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Faktor ambil untung setelah dolar AS mengalami kenaikan cukup tinggi terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir menambah kekuatan bagi rupiah untuk kembali berada di area positif.  Sebagian pelaku pasar memanfaatkan keuntungannya dengan menjual dolar AS di pasar valas domestik.  Dari global, bank sentral AS (Federal Reserve) yang belum mengindikasikan untuk menaikan suku bunga dalam waktu dekat menyusul data ekonomi Amerika Serikat yang belum cukup mendukung meski ada perbaikan.

Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG bertambah 12,790 poin (0,25%) ke level 5.219,908. Indeks sempat naik tinggi hingga mendekati level rekor tertingginya. Tapi aksi ambil untung menghambat penguatan Indeks.  Rekor terakhir yang bisa diraih IHSG ada di level 5.246,483 yang diraih pada Senin 8 September 2014 setelah naik 29,148 poin (0,56%). Rekor intradaynya di hari yang sama, ada di level 5.262,568.

Mengakhiri perdagangan IHSG naik tipis 4,710 poin (0,09%) ke level 5.211,828. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,495 poin (0,06%) ke level 898,001.  ndeks tak mampu naik lebih tinggi lagi gara-gara aksi ambil untung investor asing. Indeks sektoral pun tak lagi kompak menguat.

Investor asing masih terus menjual saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 135,522 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 270.497 kali dengan volume 8,224 miliar lembar saham senilai Rp 6,566 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 138 turun, dan 100 saham stagnan.

Adapun situasi dan kondisi bursa regional sore tadi, Indeks Nikkei 225 melonjak 281,77 poin (1,67%) ke level 17.167,10, Indeks Hang Seng mengaut 154,27 poin (0,65%) ke level 23.835,53, Indeks Komposit Shanghai anjlok 80,50 poin (2,39%) ke level 3.293,46, dan  Indeks Straits Times menanjak 47,22 poin (1,43%) ke level 3.345,58.