Equityworld Futures : Pada perdagangan Senin (12/1) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak menguat sebesar 56 poin menjadi Rp 12.574 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.630 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkikis  28 poin akibat aksi jual yang dilakukan investor asing. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG melemah 33,177 poin (0,64%) ke level 5.183,488 di tengah perdagangan yang sepi.

Pasar mengekspektasikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang sedianya akan dirilis pada pekan ini akan dipertahankan. Level BI rate di 7,75 persen dinilai masih cukup positif dalam menjaga perekonomian domestik di tengah perlambatan global.  Penguatan rupiah juga terbantu oleh kebijakan pemerintah yang akan melakukan harmonisasi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan ditundanya kenaikan tarif listrik menyusul tren pemurunan harga minyak dunia akan menahan laju inflasi domestik.

Sentimen global masih akan membayangi laju mata uang Rupiah terhadap dolar AS menyusul masih adanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada tahun ini.  Isu kenaikan suku bunga AS masih membayangi laju mata uang Rupiah.  Kurs Rupiah menguat bersama mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS di pasar global menyusul penurunan tingkat partisipasi tenaga kerja AS.  Meskipun  tingkat pengangguran AS turun, namun dolar AS cenderung kehilangan momentum penguatannya, salah satunya disebabkan data tingkat partisipasi tenaga kerja AS yang menurun.

Dari bursa saham, sejumlah indeks sektoral di lantai bursa melemah, dipimpin oleh sektor konsumer dan agrikultur. Asing ambil untung marak dilakukan investor asing.  Pada akhir perdagangan awal pekan,  IHSG mundur 28,732 poin (0,55%) ke level 5.187,933. Sementara Indeks unggulan LQ45 berkurang 7,997 poin (0,89%) ke level 890,831.  Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 67,904 miliar di seluruh pasar.

 Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 235,273 miliar. Perdagangan kemarin  berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.179 kali dengan volume 6,999 miliar lembar saham senilai Rp 4,824 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 176 turun, dan 98 saham stagnan.  Beberapa bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan dengan positif sore ini. Hanya bursa saham Tiongkok yang anjlok cukup dalam akibat tekanan jual.