Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (7/5) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 105 poin menjadi Rp 13.130 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.025 per dolar AS.  Kurs rupiah tertekan cukup dalam terhadap dolar AS merespon situasi ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih akan melambat. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 34 poin akibat aksi jual saham oleh investor asing. Dana asing sekitar Rp 350 miliar mengalir ke luar lantai bursa.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun 15,836 poin (0,31%) ke level 5.169,114. Pelemahan IHSG mengikut negatifnya pergerakan bursa di Asia.

Pelaku pasar membutuhkan kepastian dari pemerintah mengenai komitmennya untuk mendorong pembangunan infrastruktur, diharapkan pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur sehingga pada akhirnya dapat mengangkat ekonomi domestik.  Data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang sedianya akan dirilis pada akhir pekan  Jumat (8/5) waktu setempat diperkirakan meningkat, situasi itu kembali menimbulkan spekulasi the Fed akan menaikan suku bunganya dalam waktu dekat.  Spekulasi itu membuat volatilitas rupiah menjadi tinggi. Data NFP cukup berpengaruh pada mata uang dunia karena dapat memberi gambaran bagi The Fed untuk menaikan suku bunganya.

Di sisi lain,  Bank Indonesia (BI)  masih siaga di pasar valas domestik agar mata uang rupiah tidak terdepresiasi lebih dalam lagi agar tidak menimbulkan kepanikan di kalangan pelaku pasar uang.  Sementara itu, kurs tengah  BI  pada Kamis (7/5) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 13.065 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (6/5) di posisi Rp 13.040 per dolar AS.

Dari bursa saham, investor asing langsung melepas saham, membuat Indeks kesulitan bergerak ke atas. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual, terutama sektor bank dan infrastruktur. Saham-saham ini kemarin sudah menguat cukup tinggi.  Pada akhir perdagangan, Kamis (7/5), IHSG terpangkas 34,464 poin (0,66%) ke level 5.150,486. Sementara Indeks unggulan LQ45 terkoreksi 7,661 poin (0,85%) ke level 890,043.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 350,491 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 248.629 kali dengan volume 7,183 miliar lembar saham senilai Rp 6,043 triliun. Sebanyak 109 saham naik, 174 turun, dan 96 saham stagnan.  Beberapa bursa regional menutup perdagangan hari ini dengan kompak melemah. Pasar saham China jatuh paling dalam hari ini.

Adapun bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 anjlok 239,64 poin (1,23%) ke level 19.291,99, Indeks Hang Seng jatuh 350,94 poin (1,27) ke level 27.289,97, Indeks Komposit Shanghai ambruk 117,05 poin (2,77%) ke level 4.112,21, dan  Indeks Straits Times turun 29,05 poin (0,84%) ke level 3.430,74.