Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (11/2) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta   bergerak melemah sebesar 29 poin menjadi Rp 12.699 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.670 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 15 poin berkat aksi beli di saham-saham lapis dua. Penguatan IHSG kali ini belum mampu cetak rekor baru.  Penguatan IHSG disokong aksi beli investor asing. Indeks mampu menanjak ke titik tertingginya hari ini di 5.345,081.

Selain itu,  Yunani sedang berada di dalam posisi krisis dimana jika tidak mendapatkan pinjaman tambahan, maka Yunani akan mengalami gagal bayar (default) dan dapat meninggalkan negara kawasan Euro.  Sementara dari dalam negeri, sentimennya masih cukup positif sehingga tekanan mata uang rupiah tidak terlalu dalam yang dapat membuat pelaku pasar khawatir terhadap Indonesia.

Fundamental ekonomi Indonesia ekspektasinya masih cukup baik dengan pertumbuhan di kisaran 5,3-5,5 persen pada tahun ini.  Data-data ekonomi domestik yang telah dikeluarkan seperti cadangan devisa yang meningkat masih masih cukp mampu menahan tekanan rupiah. Sementara  neraca keuangan Indonesia juga cenderung mengalami perbaikan.  Investor masih cenderung memilih mata uang dolar AS sebagai aset safe haven  seiring dengan masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap permasalahan utang Yunani.

 Ekspektasi akan dinaikannya suku bunga AS (Fed rate) pada pertengahan tahun ini juga masih membayangi aset mata uang berisko seperti rupiah. Perekonomian AS masih berada dalam jalur perbaikan ekonomi.  Kurs tengah Bank Indonesia (BI)  bergerak melemah menjadi Rp 12.700 dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (10/2) di posisi Rp 12.644 per dolar AS.

Dari bursa saham, perdagangan Sesi I, IHSG naik 15,035 poin (0,28%) ke level 5.336,509. Indeks bertahan positif berkat aksi beli selektif investor asing.   Saham-saham bank berkapitalisasi besar jadi incaran investor. Hampir seluruh indeks sektoral bisa menguat siang ini, kecuali sektor industri dasar dan konstruksi.  Menutup   perdagangan, Rabu (11/2), IHSG ditutup tumbuh 15,045 poin (0,28%) ke level 5.336,519. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup bertambah 5,261 poin (0,57%) ke level 926,166.

Rekor intraday tertinggi IHSG dicetak Senin (9/2)  lalu di level 5.375,088. Sedangkan rekor penutupannya di 5.348.47 setelah menguat 5,95 poin (0,11%). Hari ini rekor belum terpecahkan.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 602,8 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 227.539 kali dengan volume 5,675 miliar lembar saham senilai Rp 5,193 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 154 turun, dan 112 saham stagnan.  Bursa-bursa regional menutup perdagangan sore ini dengan mixed. Bursa saham Tiongkok dan Singapura berhasil bertahan di zona hijau.

Adapun  bursa saham Jepang hari ini tutup menyambut National Foundation Day. Pelaku pasar di Asia berburu saham atas harapan membaiknya ekonomi Uni Eropa.  Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Hang Seng melemah 213,08 poin (0,87%) ke level 24.315,02, Indeks Komposit Shanghai menguat 16,11 poin (0,51%) ke level 3.157,70,  dan  Indeks Straits Times naik 8,52 poin (0,25%) ke level 3.442,76.