Equityworld Futures : Pada perdagangan Senin (23/2) nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan cenderung melemah. Kurs Rupiah ditutup di level Rp 12.836 per USD.  Berdasarkan  Bloomberg Dollar Index Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 11 poin atau 0,09 persen ke Rp 12.836 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 12.824 per USD.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan  rekor baru meski hanya naik tipis 3 poin. Indeks hanya mampu naik ke titik tertingginya di 5.418, sebelum akhirnya kena koreksi. Indeks gagal mencapai rekor intraday tertingginya yang diraih pekan lalu di 5.427,315.

Sedangkan  pergerakan harian Rupiah di kisaran Rp 12.807-Rp 12.858 per USD. Sedangkan pergerakan selama 52 minggu di kisaran Rp 11.254-Rp 12.938 per USD.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat Rupiah di level Rp 12.813 per USD. Angka tersebut menguat dibandingkan periode sebelumnya di Rp 12.849 per USD.  Keputusan perpanjangan dana talangan Yunani meredakan kekhawatiran di pasar keuangan dan mendorong perpindahan sebagian dana dari aset “safe haven” ke instrumen beresiko.  Nilai tukar euro dan mata uang kawasan cenderung menguat terhadap dolar AS.  Meski demikian, kesepakatan dana talangan itu meminta komitmen Yunani untuk mematuhi persyaratan penghematan anggaran seperti yang telah disepakati sebelumnya.

Mengakhiri  Sesi I, IHSG berkurang 9,055 poin (0,17%) ke level Rp 5.391,049 mulai terkena koreksi setelah pekan lalu mencetak rekor tertinggi. Aksi ambil untung dilakukan investor domestik.  Beberapa saham komoditas dan perbankan yang sudah naik tinggi kini terkena tekanan jual. Beberapa saham lapis dua masih bisa menguat, menahan koreksi Indeks jadi tidak terlalu dalam.

Dari bursa saham, pada akhir  perdagangan awal pekan IHSG naik tipis 3,173 poin (0,06%) ke level 5.403,277. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,016 poin (0,11%) ke level 942,127.  Rekor tertinggi IHSG sebelumnya diraih pekan lalu di posisi 5.400,104 setelah naik 9.655 poin (0,18%). Dana asing kembali masuk lantai bursa.  Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 708,169 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 238.870 kali dengan volume 5,68 miliar lembar saham senilai Rp 6,05 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 156 turun, dan 82 saham stagnan.  Beberapa transaksi di pasar negosiasi di saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP), dan PT Norvana Development Tbk (NIRO) membuat nilai dan volume transaksi hari ini naik cukup tinggi.

Di sisi lain, sejumlah bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan awal pekan dengan positif. Hanya bursa saham Singapura yang ditutup melemah.   Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 134,62 poin (0,73%) ke level 18.466,92, Indeks Hang Seng naik tipis 4,68 poin (0,02%) ke level 24.836,76, dan  Indeks Straits Times turun 9,94 poin (0,29%) ke level 3.425,72.