Equityworld Futures : Pada  perdagangan Senin (6/4)  nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 96 poin menjadi Rp 12.924 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.020 per dolar AS.  Dolar AS bergerak cenderung melemah terhadap berbagai mata uang utama dunia, termasuk rupiah.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 23 poin di awal pekan selepas libur panjang akhir pekan.

Laporan NFP AS pada Jumat pekan lalu hanya tumbuh sekitar 126.000 pada Maret, atau di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 245.000.  Data yang di bawah perkiraan itu memperbesar ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (the Fed) akan menahan diri lebih lama lagi untuk menaikan tingkat suku bunga acuannya (Fed fund rate).  Diperkirakan, sentimen dari NFP AS itu akan mempengaruhi laju dolar AS dengan kecenderungan melemah untuk beberapa hari ke depan.

Pelemahan dolar AS diperkirakan terbatas, karena indikator ekonomi mingguan seperti data sektor perumahan, kepercayaan konsumer, dan klaim pengangguran AS mulai membaik, sehingga terbuka peluang laporan NFP untuk bulan April 2015 memberikan kejutan positif.  Kesempatan bagi rupiah untuk mempertahankan penguatan masih terbuka ke depannya, apalagi kondisi ekonomi domestik juga masih stabil.  Perekonomian Indonesia yang stabil akan menjaga fluktuasi nilai tukar domestik ke depannya.  Demikian juga pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), tercatat mata uang lokal ini bergerak menguat menjadi Rp 12.942 dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (2/4) di posisi Rp 13.000 per dolar AS.

Dari bursa saham,  pada akhir  perdagangan awal pekan ini, Senin (6/4), IHSG naik 23,632 poin (0,43%) ke level 5.480,031. Sementara Indeks unggulan LQ45 naik 4,596 poin (0,48%) ke level 949,220.  Perdagangan hari ini berjalan dengan frekuensi transaksi 170.159 kali dengan volume 4,711 miliar lembar saham senilai Rp 4,702 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 129 turun, dan 97 saham stagnan.

Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah RS Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 1.325 ke Rp 23.800, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 500 ke Rp 6.100, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 450 ke Rp 22.600, dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 375 ke Rp 15.175.

Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.500 ke Rp 142.500, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 375 ke Rp 23.525, Metropolitan Kentjana (MKPI) turun Rp 250 ke Rp 15.000, dan Blue Bird (BIRD) turun Rp 175 ke Rp 9.800.

Sejumlah bursa di Asia bergerak mixed pada perdagangan sore ini. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 turun 37,1 poin (0,19%) ke level 19.397,98 dan aIndeks Straits Times naik 1,22 poin (0,04%) ke level 3.454,97.