Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (27/5) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  menguat 22 poin menjadi Rp 13.198 dibandingkan posisi sebelumnya pada Rp 13.220 per dolar AS.  Mata uang rupiah bergerak menguat, namun cenderung terbatas menyusul masih adanya kekhawatiran pasar terhadap permasalahan utang Yunani serta menurunnya imbal hasil (yield) obligasi Jerman.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 67 poin terkena aksi ambil untung. Seluruh indeks sektoral kompak melemah.  Saham-saham pertambangan dan konstruksi jatuh paling dalam. Indeks sempat mendarat di posisi terendahnya hari ini di 5.253,388.

Kondisi itu menyebabkan mata uang dolar AS lebih atraktif di pasar global, termasulk di dalam negeri.  Sentimen terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini juga masih menjadi faktor utama penggerak dolar AS. Gubernur Fed Janet Yellen yang menegaskan komitmen arah pengetatan moneter dapat menopang dolar AS kembali berlanjut.  Pasar masih merefleksilan pidato Janet Yellen mengenai kenaikan suku bunga pada tahun ini jika ekonomi AS terus membaik.  Penguatan rupiah terhadap dolar AS cenderung masih rentan. Sentimen the Fed masih mempengaruhi laju rupiah ke depannya.

Sentimen eksternal masih membayangi laju mata uang rupiah, sementara sentimen positif dari dalam negeri terkait lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) yang memberikan kenaikan outlook peringkat utang Indonesia menjadi positif diperkirakan hanya bersifat jangka pendek dalam menopang mata uang rupiah.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi, IHSG anjlok 42,593 poin (0,80%) ke level 5.278,308 akibat aksi profit taking di saham-saham unggulan.  Seluruh indeks sektoral kompak terkena koreksi. Rata-rata koreksinya cukup dalam, lebih dari satu persen.  Pada akhir perdagangan IHSG ditutup terkoreksi 67,513 poin (1,27%) ke level 5.253,388. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup terpangkas 14,824 poin (1,60%) ke level 912,929.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) Rp 359,898 miliar di pasar reguler. Sementara di seluruh pasar transaksinya beli bersih Rp 220,129 miliar akibat pembelian saham PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA) di pasar negosiasi.  Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 230.767 kali dengan volume 5,356 miliar lembar saham senilai Rp 5,471 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 204 turun, dan 86 saham stagnan.  Sejumlah bursa di Asia menutup perdagangan dengan mix sore ini. Bursa saham Jepang masih positif dan menjadi yang tertinggi di Asia.

Di sisi lain,  situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini, antara lain:  Indeks Nikkei 225 naik 35,10 poin (0,17%) ke level 20.472,58, Indeks Hang Seng melemah 168,65 poin (0,60%) ke level 28.081,21, Indeks Komposit Shanghai menguat 30,82 poin (0,63%) ke level 4.941,71, dan Indeks Straits Times anjlok 32,70 poin (0,95%) ke level 3.427,28.