Equityworld Futures : Pada perdagangan Selasa (3/2) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta sore menguat 22 poin menjadi Rp 12.663 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.685 per dolar AS.  Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang dunia termasuk Rupiah merespon data manufaktur purchasing managers index (PMI) Amerika Serikat (AS) yang melambat.   Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 15 poin setelah seharian positif.  Indeks terus menanjak perlahan berkat aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Posisi tertinggi Indeks siang ini berada di level 5.310,113.

Investor juga sedang menanti data pesanan Pabrik di AS bulan Desember 2014. Data itu juga diperkirakan mengalami penurunan. Hasil yang negatif dapat menekan nilai tukar dolar AS lebih dalam lagi terhadap Rupiah. Melambatnya data AS itu,  dimanfaatkan oleh sebagian investor untuk masuk ke aset mata uang berisiko salah satunya rupiah.  Kabar mengenai akan adanya kesepakatan utang Yunani memberikan sentimen positif ke pasar keuangan, situasi itu cukup melegakan para kreditornya. Nilai tukar mata uang Eropa dan Asia mendapat dukungan penguatan dari kabar.

Kurs Rupiah masih ditopang dari data ekonomi Indonesia yang telah dirilis badan pusat statistik (BPS), tercatat deflasi pada Januari 2015 sebesar 0,24 persen dipicu oleh penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara neraca perdagangan pada Desember mengalami surplus sebesar 190 juta dolar AS.  Dalam pekan ini, kurs  Rupiah masih melanjutkan kenaikannya terhadap dolar AS.   Kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (3/2) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.643 dibandingkan hari sebelumnya, Senin (2/2) di posisi Rp 12.700 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG melaju 18,523 poin (0,35%) ke level 5.294,759 didorong aksi beli di saham-saham unggulan. Sayangnya Indeks belum kuat bertahan di level 5.300.  Aksi beli banyak dilakukan investor asing. Saham-saham konstruksi naik tinggi, banyak sahamnya diburu investor asing.   Pada akhir  perdagangan, Selasa (3/2), IHSG tumbuh 15,482 poin (0,29%) ke level 5.291,718. Sementara Indeks unggulan LQ45 mundur 5,201 poin (0,57%) ke level 913,589.  Indeks belum kuat bertahan di level 5.300. Aksi jual di saham-saham unggulan oleh investor domestik membuat penguatan Indeks terhambat.

Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 335,267 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 230.372 kali dengan volume 5,549 miliar lembar saham senilai Rp 5,716 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 120 turun, dan 110 saham stagnan.

Beberapa bursa di Asia berakhir mix sore ini, sebagian menguat dan sebagian lagi melemah. Data ekonomi AS dan Tiongkok yang melambat memberi sentimen negatif.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 222,19 poin (1,27%) ke level 17.335,85, Indeks Hang Seng naik 70,04 poin (0,29%) ke level 24.554,78, Indeks Komposit Shanghai melonjak 76,61 poin (2,45%) ke level 3.204,91, dan  Indeks Straits Times berkurang 11,25 poin (0,33%) ke level 3.412,10.