Equityworld Futures Surabaya –  Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor syariah di Indonesia terus mengalami perkembangan yang signifikan. Hingga akhir November 2015, jumlah investor syariah meningkat sebesar 53 persen dibandingkan dengan akhir 2014, dari 2.795 menjadi 4.257 investor.

“Ada peningkatan investor syariah sampai akhir November 2015, peningkatan mencapai 53 persen,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2015.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2015, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan pengembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Selain kegiatan edukasi yang sudah rutin dilakukan sejak akhir 2010, bursa juga telah melakukan kegiatan untuk meningkatkan infrastruktur investasi syariah di pasar modal Indonesia.
“Kami juga telah melakukan ekstensifikasi kegiatan edukasi melalui kerja sama secara khusus dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), akademisi, anggota bursa, dan pelaku pasar lainnya,” tuturnya.
Selain penambahan investor syariah, ada penambahan satu anggota bursa yang mendapatkan sertifikasi Sharia Online Trading System (SOTS) dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yaitu PT First Asia Capital.
“Dengan demikian sampai dengan akhir tahun 2015 terdapat sembilan Anggota Bursa (AB) yang telah memperoleh sertifikasi SOTS,” kata Tito.