Equityworld Futures : Tarif kereta api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks) terhitung mulai 1 April 2015 ikut mengalami kenaikan, menyusul keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2015 tentang tarif angkutan orang dengan kereta api pelayanan kelas ekonomi untuk melaksanakan kewajiban publik (PSO).

Manajer Komunikasi Korporat PT KAI Daop VI Yogyakarta, Gatot Sutiyatmoko, Kamis 5 Maret 2015, menyatakan bahwa pemerintah pemerintah merasa perlu melakukan penyesuaian terhadap beberapa perubahan tarif KA Ekonomi terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, perubahan pedoman perhitungan tarif dari Permenhub Nomor 28 Tahun 2012 ke Permenhub Nomor 69 Tahun 2014.

Selain itu, ada perubahan margin dalam perhitungan biaya oprasional poerjalanan (BOP) KA Ekonomi dari semula 8 persen menjadi 10  persen, serta adanya perubahan kurs dolar AS terhadap rupiah.

“Dengan adanya penyesuaian tersebut ada beberapa kereta api keberangkatan dari Daop VI Jogja juga ikut naik,” ujar Gatot kepada VIVA.co.id.

Untuk kereta api lokal Prameks setelah disesuaikan tarif nya menjadi Rp8.000 relasi Yogyakarta-Solobalapan, Rp8.000 relasi Yogyakarta-Kutoarjo, Rp15.000 relasi Kutoarjo-Solo Balapan. Adapun KA Sriwedari relasi Yogyakarta-Solo Balapan setelah disesuaikan tarifnya menjadi Rp13.000.

Sedangkan kelas jarak jauh yakni Kereta Api Progo relasi Lempuyangan-Pasar Senin setelah disesuaikan tarif nya menjadi Rp75.000,  KA Bengawan relasi Purwosari-Pasar Senen menjadi Rp80.000 dan KA Sritanjung relasi Lempuyangan-Banyuwangi setelah disesuaikan tarif nya menjadi Rp100.000.

“KA Purwosari- Semarang tidak mengalami penyesuaian tarif, tarif tetap Rp10.000. Untuk pemesanan tiket pun kini tidak perlu repot karena bisa dilakukan tanpa harus mengunjungi stasiun KA. Masyarakat dapat memesan tiket KA melalui channel eksternal terdekat dari rumah,” kata Gatot.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat pengguna jasa kereta api untuk melihat kembali jadwal keberangkatan kereta yang ada di tiket agar tidak ketinggalan kereta.

@viva.co.id