Equityworld Futures :

Bisa diterapkan di permukaan meja tamu, meja makan, dan furnitur lain

Bahan untuk furnitur, terutama kayu yang memiliki serat kurang bagus akan menjadi permasalahan tersendiri, ketika kayu tersebut telah diolah menjadi suatu bentuk furnitur dan memasuki tahap finishing.

Tukang kayu akan mengalami kesulitan untuk menutup atau menghilangkan serat kayu yang kurang bagus tersebut.

Namun, dengan penemuan teknik pengecatan atau finishing kayu dengan nuansa marmer, akan mempermudah tukang kayu menyulap permukaan kayu yang memiliki warna dan serat kayu kurang baik, menjadi furnitur yang memesona, bahkan secara kasat mata benar-benar seperti batu marmer.

Adalah Imam Muchoyar, Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, yang mengembangkan teknik pengecatan atau finishing kayu dengan nuansa marmer.

Imam menjelaskan, bahwa teknik finishing ini sangat cocok digunakan untuk permukaan meja tamu, meja makan, meja pelayanan umum, serta furnitur lainnya yang berbahan kayu.

“Langkah pengerjaan finishing ini diawali dengan pengamplasan, menggunakan amplas nomor 180-220, kemudian halus dan rata.Tahapan berikutnya, adalah menutup pori kayu dengan wood filer menggunakan pelat oles,” ujarnya kepada VIVAnews, Selasa 16 September 2014.

Setelah kering atau sekitar 60 menit, permukaan kayu kembali dihaluskan hingga merata. Berikutnya, permukaan kayu yang telah rata dicat dengan sending sealer menggunakan semprot (spray gun) hingga rata, kemudian dihaluskan dan diratakan lagi.

Bagian terpenting pada teknik finishing nuansa marmer ini adalah pembuatan pola marmer. Pada proses ini pewarnaan menggunakan wood stain dengan media kain katun yang dilipat rapi.

“Kain katun tersebut digunakan untuk membuat pola marmer pada permukaan kayu,” ungkap Imam.

Setelah pola marmer jadi, cat melamin clear disemprotkan pada permukaan kayu hingga nampak mengkilap, lalu ditunggu sekitar 24 jam hingga kering sempurna.

“Teknik finishing nuansa marmer juga saya ajarkan kepada masyarakat di daerah, serta SMK dalam program pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

© VIVA.co.id