Equityworld Futures : memperingati Haul (hari kelahiran) Proklamator RI, Bung Karno yang jatuh 6 Juni dengan melaksanakan doa bersama di Watu Pinawetengan di Desa Pinabetengan, Tompaso, Minahasa Jumat (6 Juni) lalu.

Rangkaian peringatan Haul Soekarno diawali pukul 00.00 Wita, rombongan yang beranggotakan 45 orang dipimpin Arif Sugiono menuju ke Makam Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Tuanku Imam Bonjol di Lotta, Pineleng. Mereka menggelar doa bersama.

Dari Pineleng, “ziarah doa” ini berlanjut ke Pinawetengan. Hari sudah subuh ketika rombongan menapaki bukit menuju Watu Pinawetengan. Mereka disambut Tarian Kabasaran, kemuian diadakan ibadah. Rombongan dari muslim melaksanan sholat subuh bersama sedangkan nasrani berdoa bersama. Mereka menggelar “Doa Bekal Bathin Seorang Pemimpin” yang biasa dilakukan setiap hari.

Usai doa bersama, digelar pengibaran Bendera Merah Putih. Peserta mengikatkan kain merah putih di kepala masing-masing sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan lagu Syukur. Suasana khusuk begitu terasa kala itu.

Dipilihnya lokasi Watu Pinawetengan karena memiliki nilai sejarah Bangsa Minahasa berupa batu yang terdapat pahatan tulisan kuno. Batu tersebut merupakan simbol pemersatu Bangsa Minahasa, dari batu inilah kita diajarkan pentingnya persatuan sebagaimana dotu-dotu Minahasa bermufakat meski berpencar tapi tetap satu.

Ari, juru kunci Watu Pinawetengan bangga karena pelaksanaan kegiatan ini sebagian besar berasal dari luar Sulut. “Justru mereka yang bukan temurun Toar Lumimuut yang punya inisiatif seperti ini, menggali nilai-nilai sejarah bangsa dan peduli budaya lokal Minahasa,” katanya.