Equityworld Futures Surabaya — Wakil Presiden Jusuf Kalla heran mengapa perbankan Indonesia tidak menempati urutan teratas di Asia Tenggara (ASEAN). Padahal, Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang masuk anggota G-20.

Artinya, Indonesia memiliki kalkulasi perekonomian yang paling besar dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Sementara itu, di G-20, Indonesia menempati urutan ke-16.

“Akan tetapi, kenapa perbankan kita, lembaga keuangan kita, hanya nomor ke-11 dan ke-12 di ASEAN? Padahal, ekonomi kita lebih besar ketimbang mereka,” ujar Kalla, Jumat (15/1/2016) malam.

Menurut Kalla, fakta tersebut menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, ia menganggap perbankan nasional masih belum bertaji di antara negara-negara ASEAN karena jumlah lembaga keuangan di Indonesia terlalu banyak.

Wapres berharap, perbankan nasional mampu untuk terus berkembang sehingga bisa menempati urutan teratas di antara negara-negara ASEAN. Salah satu caranya dengan merger secara perbankan.

Selain dihadiri pelaku jasa keuangan, acara tahunan tersebut dihadiri pejabat-pejabat negara, antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dan Ketua OJK Muliaman D Hadad.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/16/123511226/Wapres.Heran.RI.Masuk.Negara.G-20.tetapi.Perbankannya.Urutan.Ke-11.di.ASEAN