Equityworld Futures : Budaya dan keragaman di Indonesia diakui menjadi pelajaran berharga yang dibawa ratusan relawan Australia saat pulang ke negaranya. Bagi sukarelawan Negeri Kanguru itu, Indonesia merupakan tujuan nomor satu bagi yang ingin bertukar pengetahuan dan keterampilan dengan organisasi, masyarakat dan komunitas setempat.

Melalui program Australian Volunteers for International Development (AVID), mengutip keterangan Kamis, 4 Desember 2014, sukarelawan dapat mengembangkan hubungan kerjasama jangka panjang dan berbagi pengetahuan antara Australia dan Indonesia.

Selama sembilan tahun terakhir, lebih dari 750 sukarelawan Australia telah mengambil tugas di Indonesia, dengan hampir 200 relawan selama tahun lalu.

Sukarelawan membangun persahabatan abadi dengan masyarakat di Indonesia, serta mengembangkan pemahaman yang lebih tentang bagaimana bekerja lintas budaya.

Perwakilan AVID, Will Shea (31 tahun), mengatakan tugasnya di Indonesia mengajarinya perspektif yang lebih baik pada keseimbangan hidup/bekerja, dan pentingnya keluarga serta kehidupan di luar yang terpisah dari pekerjaan.

“Bekerja lintas-budaya sangat penting untuk bekerja di Australia, karena Australia sendiri merupakan negara yang multikultural,” katanya.

“Di Indonesia saya mengembangkan banyak kesabaran dan pengertian, dan pada gilirannya, orang menyambut saya di tempat kerja dan masyarakat mereka. Orang Indonesia sangat ramah,” kata Penasihat Pengembangan Organisasi LSM itu.

Kesan tak jauh berbeda juga dirasakan Shanti Fowler, seorang Petugas Hubungan Masyarakat di Nias. Fowler mengaku telah memperoleh pengalaman belajar yang tak terlupakan selama bekerja di provinsi ini.

Shanti mengunjungi desa-desa di Nias dan berbicara dalam Bahasa Indonesia, tapi dia terkejut ketika mengetahui bahwa masyarakat di desa itu hanya berbicara Bahasa Nias. Sekarang, dia belajar Bahasa Nias.

“Masyarakat setempat di Nias sangat tenang dan tidak panas hati apakah mereka setuju atau tidak setuju dengan sesuatu. Ini adalah sikap yang baik dan saya berharap membawa pelajaran ini ke Australia untuk kehidupan masa depan,” kata Shanti.

Program AVID adalah bagian penting dan sudah berjalan lama dari program kerjasama pembangunan Pemerintah Australia.

Mulai dari pelatih guru di Kupang hingga mentor pengembangan bisnis di Pulau Nias (Sumatera), sukarelawan Australia seringkali menjadi wajah publik program bantuan Australia.

Mereka melakukan tugas untuk berkolaborasi dalam organisasi Indonesia di sektor swasta dan pemerintah. Tugas tersebut dapat berlangsung antara beberapa bulan hingga dua tahun. (one)

© VIVA.co.id