Equityworld Futures Surabaya – Pasar saham Asia mengawali sesi perdagangan, Selasa, 19 Januari 2016, dengan pergerakan bervariasi, menanti dirilisnya data pertumbuhan ekonomi China.

Seperti diberitakan CNBC, rilis tersebut dijadwalkan keluar pada pukul 10.00 waktu Singapura atau Hong Kong.
Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini menguat 0,22 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini pada perdagangan kemarin ditutup turun 18,74 persen.
Sementara, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney menguat 0,32 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini memangkas kerugian dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Saham Rio Tinto turun 0,59 persen. Sedangkan saham BHP Billiton menguat 0,7 persen. Dalam laporan disebutkan, Rio Tinto berencana meningkatkan produksi bijih besi meskipun saat ini harga bijih besi di posisi rendah.
Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak melemah 0,11 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini memperpanjang kerugian dari perdagangan sebelumnya.
Investor Asia pagi ini memfokuskan perhatiannya pada rilis data pertumbuhan domestik bruto (PDB) China pada kuartal IV tahun lalu. Setelah tahun lalu, pasar saham China penuh gejolak. Investor ingin melihat bagaimana dengan pertumbuhan ekonominya.