Pasar saham utama Asia dibuka lebih rendah pada transaksi awal Rabu 8 Oktober 2014, ditengah khawatiran perlambatan ekonomi global dengan indeks Nikkei jatuh ke level terendah dalam satu bulan.

Dilansir CNBC, saham utama Asia melemah pada perdagangan awal hari ini menyusul adanya aksi jual di pasar global.

Jerman mengeluarkan data ekonomi yang mengecewakan pasar, yakni data output industri Jerman turun 4 persen pada Agustus, atau penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan global pada 2009.

Selain itu, International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini dan tahun depan. Pertumbuhan ekonomi global pada 2014 diperkirakan menjadi 3,3 persen, turun 0,1 persen dari perkiraan pada Juli. Sementara, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan menjadi 3,8 persen.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini lebih rendah 1,1 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini turun ke level terendah dalam sebulan. Sementara itu, nilai tukar mata uang yen bergerak menguat setelah adanya surplus transaksi Agustus di atas harapan pasar.

Saham produsen kamera Olympus, Mitsubishi Motors dan Toshiba melemah 2 persen.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney melemah 1 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan ke level terendah dalam delapan bulan.

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, indeks S&P ASX 200 anjlok level terlemah sejak Februari.

Saham perusahaan pertambangan melemah, meskipun harga bijih besi rebound menjadi US$80 per ton. Saham Rio Tinto dan BHP Billiton turun lebih dari 2 persen, sementara saham Fortescue Metals berkurang 1 persen.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak melemah 0,4 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini dibuka ke level terlemah sejak 12 Mei.

Saham Samsung Electronics turun 1,5 persen dan saham Hyundai Motor melemah hampir 3 persen. (ita)

© VIVA.co.id