Equityworld Futures : Pergerakan IHSG Selasa (3/3) diperkirakan berada pada rentang support 5.447-5.453 dan resisten 5.470-5.478.  Secara teknis pola white marubozu kembali mendekati area upper bollinger band (UBB).  MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba bergerak naik.

Laju IHSG mampu meyentuh area target resisten (5.458-5.466) dan juga bertahan di atas area target support (5.426-5.436).  IHSG mampu mempertahankan tren kenaikannya meski sebelumnya telah mensinyalkan adanya potensi pelemahan. Jika aksi beli ini masih berlanjut dan sentimen membaiknya kondisi makro ini bias tetap terjaga maka laju IHSG pun masih akan betah di zona hijau meski disarankan untuk tetap mewaspadai potensi-potensi pembalikan arah.  Tampaknya utang gap 5.342-5.372 masih dilupakan.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran support-resisten Rp 2.935-2.985. Bullish harami bertahan di atas middle bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan %relative performance. Trading buy selama bertahan di atas Rp 2.940.   Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran support-resisten Rp 2.935-2.985. Bullish harami bertahan di atas middle bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan %relative performance. Trading buy selama bertahan di atas Rp 2.940.  Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) dalam kisaran support-resisten Rp 2.185-2.285. White marubozu bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). RSI bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama bertahan di atas Rp 2.240.

Kemudian saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran support-resisten Rp 10.700-10.975. Three outside up sentuh middle bollinger band (MBB). Target Rp 10.750 mampu terlampaui. Stochastic berbalik naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 10.750.   Saham PT Link Net (LINK) dalam kisaran support-resisten Rp 5.900-6.600. White marubozu dekati UBB. Momentum melanjutkan kenaikan diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama bertahan di atas Rp 6.450.   Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 35.700-36.900. White marubozu di atas Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti peningkatan %relative performance. Trading buy selama bertahan di atas Rp 36.350.

Pada perdagangan Senin (2/3), IHSG  ditutup menguat 27,537 poin (0,51%) ke posisi 5.477,831.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.477,831 yang sekaligus merupakan rekor tertinggi baru sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) atau menguat 27,537 poin awal pekan ini. Di sisi lain, indeks mencapai level terendahnya 5.451,568 atau menguat 1,274 poin.

Bursa domestik  masih mampu menunjukkan pergerakan positifnya seiring masih adanya aksi beli. Meski laju rupiah masih melanjutkan pelemahan seperti yang kami perkirakan dan kekhawatiran kami akan adanya potensi pembalikan arah secara tiba-tiba namun, laju IHSG masih dapat bertahan di zona hijaunya.

Laju IHSG pun mampu melampaui kekhawatiran kami seperti yang kami ulas sebelumnya, sinyal pelemahan mulai muncul seiring dengan mulai maraknya aksi-aksi profit taking terutama dari investor lokal. Jika kondisi ini berlanjut, akan menganggu potensi penguatan pada IHSG. Apalagi IHSG juga masih meninggalkan utang gap 5.342-5.372. Untuk itu, tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah.

Di sisi lain, sempat adanya aksi beli, terutama dari investor asing mampu kembali membuat IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya di level 5.477,83 melewati level tertinggi sebelumnya 5.464,22. Apalagi kenaikan HSG kali ini mendapat dukungan dari rilis deflasi sehingga memunculkan persepsi akan adanya potensi penurunan kembali BI rate.

Akan tetapi, sayangnya indeks properti berada di zona merah dibandingkan indeks sektoral lainnya yang berada di zona hijau. Sebelumnya, indeks berhasil melampaui rekor tertinggi di minggu ketiga Februari di level 5.427 dan dilanjutkan new high record di 5.448,70 pada (25/2), dan pada (26/2) sempat menyentuh level tertinggi terbarunya di level 5.459,49. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp 211,21 miliar menjadi net buy Rp 628,82 miliar).