Equityworld Futures : Laju IHSG pada perdagangan Kamis (12/2) diperkirakan berada pada rentang support 5.321-5.330 dan resisten 5.342-5.355.  Secara teknis, Doji star di bawah area upper bollinger band (UBB ). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar.

Kemudian Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya.  Laju IHSGsempat berada di area target resisten (5.332-5.365) dan mampu berakhir di area tersebut dan mampu bertahan di atas target support (5.307-5.313).  Meski terjadi kenaikan,  namun sepanjang perdagangan terlihat laju IHSG cenderung sideways yang menandakan masih adanya aksi jual di tengah harapan akan terjadinya penguatan lanjutan. Meski kami mengharapkan masih adanya peluang bagi IHSG menguat namun, tetap cermati potensi pembalikan arah.

Sementara untuk sejumlah sahamn yang layak dipertimbangkan antara lain:  Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran support-resisten Rp 13.650-14.125. Separating lines dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama bertahan di atas Rp 13.900.   Saham PT XL Axiata (EXCL) dalam kisaran support-resisten Rp 5.000-5.275. Spinning top sentuh UBB. Volume beli cenderung turun diiringi penurunan RoC. Trading sell jika Rp 5.100 gagal bertahan. Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran support-resisten Rp 24.525-25.250. Hammer bertahan di atas Middle Bollinger band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti peningkatan mass index. Akumulasi beli jika bertahan di atas Rp 25.075.

Berikutnya saham PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran support-resisten Rp 1.830-1.875. Long legged doji di area Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diikuti naiknya Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.850.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.450-3.625. Meeting lines bertahan di Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R mencoba berbalik naik diiringi peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 3.485. Saham PT Bank Jabar Banten (BJBR) dalam kisaran support-resisten Rp 870-925. Bullish engulfing dekati UBB. Target resisten Rp 900 tercapai. MFI bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama bertahan di atas Rp 890.

Pada perdagangan Rabu (11/2), IHSG  ditutup menguat 15,045 poin (0,28%) ke angka 5.336,519.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.345,081 atau menguat 23,607 poin dan mencapai level terendahnya 5.327,893 atau menguat 6,419 poin. Laju IHSG mampu melampaui estimasi yang diperkirakan,  akan dapat mengalami pelemahan. Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG cenderung turun. Apalagi dengan posisi IHSG saat ini yang dipersepsikan sudah ketinggian dan mahal maka secara psikologis akan memicu aksi jual. Laju IHSG pun tidak bisa mengelak persepsi tersebut dan berpeluang mengalami konsolidasi. Cermati potensi pelemahan lanjutan.

Dengan berbalik arah positifnya laju bursa saham AS yang diiringi positifnya beberapa bursa saham Asia mampu memberikan imbas positif pada laju IHSG. Padahal,dari lajurupiah cenderung menunjukkan adanya pelemahan.  Akan tetapi, masih adanya nett buy asing yang diiringi dengan maraknya pemberitaan akan disetujuinya penanaman modal di sejumlah BUMN membawa IHSG ke zona hijaunya. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy(dari net buy Rp 256,69 miliar menjadi net buy Rp 604,93miliar).

Kurs rupiah berbalik melemah seiring dengan terapresiasinya dolar AS karena dipicu imbas membaiknya rilisredbook dan meningkatnya JOLTs job openings AS.Laju rupiah berada di bawah target level support 12.649.  Laju bursa saham Asia mayoritas masih variatif cenderung mencoba bertahan di zona hijau seiiring dengan imbas laju bursa saham AS yang mampu berbalik positif. Namun sebaliknya, indeks saham Nikkei dan HIS cenderung melemah seiring dengan kekhawatiran akan kemajuan pemulihan ekonomi di China, terutama pasca dirilisnya angka inflasi yang rendah.